GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL
TENTANG SENAM HAMIL DI BPS INDUN DJUHARIJAH
DESA TAPANREJO KECAMATAN MUNCAR
1. Definisi Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Senam Hamil
3) Pengukuran Tingkat Pembelajaran
4) Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan
Ada beberapa faktor yang berpengaruh pengetahuan seseorang:
Sebelum orang mengadopsi perilaku baru, didalam dirinya melewati tahap-tahap berikut:
Seseorang menjadi sadar akan adanya produk baru, tetapi kekurangan informasi mengenainya.
Seseorang akan menjadi tertarik untuk mencari informasi mengenai produk baru.
Seseorang harus mempertimbangkan apakah produk baru tersebut masuk akal atau tidak.
Dimana seseorang telah mencoba perilaku baru.
(Yayasan Bina Pustaka, Sarwono Prawirohardjo, 2006:89)
b) Melonggarkan persendian-persendian yang berhubungan dengan proses persalinan.
d) Memperoleh cara melakukan kontraksi dan relaksasi yang sempurna.
e) Menguasai tehnik-tehnik pernapasan dalam persalinan.
f) Dapat mengatur diri dalam ketenagaan.
Manfaat senam hamil antara lain sebagai berikut:
b) Membantu mengendorkan ketegangan dan perasaan cemas.
c) Mencegah terjadinya kelainan telak.
d) Membimbing wanita menuju persalinan yang fisiologis)
(Pedoman Singkat Perawatan Ibu, Bayi dan Balita, 2008)
4) Syarat-syarat mengikuti senam hamil
Sebelum mengikuti senam hamil, ada syarat-syarat yang harus diperhatikan, antara lain:
a) Telah melakukan pemeriksaan kesehatan dan kehamilan oleh dokter atau bidan.
b) Latihan dilakukan setelah kehamilan 22 minggu.
5) Larangan atau kontra indikasi mengikuti senam hamil
(3) Servix inkompeten (servix membuka)
(5) Riwayat perdarahan pada trimester II dan III
(6) Kelainan letak ari-ari seprti plasenta previa
(7) Preklamsi maupun hipertensi
b) Seorang wanita relatif tidak boleh mengikuti senam hamil apabila:
(1) Ibu hamil menderita anemia berat.
(3) Kegemukan yang sangat hebat (obesitis)
(4) Badan ibu terlalu kurus (BMI di bawah 12)
(5) Penyakit-penyalit dengan riwayat operasi tulang.
6) Bentuk-bentuk latihan senam hamil
(1) Menjaga daya kontraksi otot-otot tubuh
(2) Menjajagi luas gerakan persendian
(3) Mengurangi kekakuan-kekauan yang terjadi pada permulaan latihan.
Latihan pendahuluan dilakukan kurang lebih 5 menit.
Latihan inti pada senam hamil terdiri dari beberapa gerakan, antara lain:
(1) Latihan membentuk sikap tubuh
Latihan membentuk sikap yaitu latihan untuk memperoleh sikap tubuh yang baik.
(2) Latihan kontraksi dan relaksasi
Gerakan-gerak diatas dapat dilakukan melalui beberapa gerakan:
Duduk dikursi dengan kaki disokong diatas bangku sewaktu berbaring.
(a) Bengkokkan dan regangkan pergelangan kaki sebanyak 8 kali.
(b) Bengkokkan dan regangka jari-jari kaki sebanyak 8 kali.
(c) Putar kaki membentuk lingkaran dalam kedua arah 8 kali.
(4) Latihan memiringkan panggul
Terlentang atau miring, kerutkan otot perut dan dasar panggul, tahan lalu lepaskan.
(1) Membentuk sikap tubuh yang bak.
(2) Melatih otot-otot panggul untuk kontraksi dan relaksasi.
(3) Melatih pernapasan untuk menghadapi proses persalinan.
Genggam tangan, kerutkan lengan dengan kuat tahan, lepaskan.
Terlentang atau miring, luruskan kaki (dorso fleksi) tahan beberapa detik lepaskan.
Terlentant atau miring, kerutkan otot perut dan dasar panggul, tahan lalu lepaskan.
(1) Merileksasikan kembali otot-otot yang sedikit tegang pada latihan inti.
(3) Memulihkan kembali tenaga yang sedikit hilang pada saat latihan inti. (Adiyono. W, 2008)
![]() | ||
![]() | ||
Gambar 2.1: Kerangka konseptual gambaran pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil
A. Jenis dan Rancang Bangun Penelitian
Definisi operasional adalah unsur penelitian yang mengungkapkan bagaimana mangukur suatu variabel.
| Pengetahuan yang dimaksud yaitu sesuatu yang dipahami, dimengerti oleh ibu yang meliputi: |
Gambar : 3.1. Definisi operasional gambaran pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil.
Penelitian akan dilaksanakan di BPS Indun Djuharijah desa Tapanrejo Kecamatan Muncar.
Waktu penelitian akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juli sampai dengan 8 Agustus 2009.
F. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
1) Mengecek nama dan kelengkapan identitas responden.
3) Mengecek macam isian data (editing)
Setelah data terkumpul selanjutnya dianalisa dan disajikan dalam bentuk prosentase.
x = jawaban benar yang dipilih responden
y = jumlah seluruh pertanyaan dalam kuesioner.
Selanjutnya dimasukkan pada kriteria obyektif sebagai berikut:
1. Lembar persetujuan menjadi subyek
3. Confidentality (kerahasiaan)
Informasi yang telah dikumpulkan subyek, dijamin kerahasiaannya oleh peneliti.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan judul dan tujuan maka dalam bab ini akan dibahas tentang 2 karakteristik yang meliputi:
- Ketenagaan : bidan, asisten bidan
- Fasilitas : ruang periksa, ruang bersalin, ruang nifas dan ruang tunggu.
Adapun data umum yang diperoleh sebagai berikut:
a. Karakteristik Usia Responden
Menunjukkan bahwa umur ibu yang menjadi responden terbanyak adalah 20 – 35 tahun mencapai 73,33%.
b. Karakteristik Tingkat Pendidikan Responden
c. Karakteristik Pekerjaan Responden
Menunjukkan bahwa ibu yang tidak bekerja lebih banyak 70% daripada ibu yang bekerja 30%.
d. Karakteristik Tingkat Paritas Responden
Menunjukkan bahwa multi grafida paling banyak yaitu 16 responden atau 53,34%.
e. Karakteristik Umur Kehamilan Responden
Menunjukkan bahwa usia kehamilan trimester III lebih banyak yaitu 63,33%.
a. Data pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil
Berdasarkan tambel 4.6 di atas dapat diketahui sebanyak 14 responden berpengetahuan kurang (46,67%).
b. Data pengetahuan ibu hamil tentang pengertian senam hamil
c. Data pengetahuan ibu hamil tentang tujuan dan manfaat senam hamil
d. Data pengetahuan ibu hamil tentang syarat dan larangan senam hamil
e. Data pengetahuan ibu hamil tentang bentuk-bentuk senam hamil
f. Data pengetahuan ibu hamil tentang pelaksanaan senam hamil
1. Pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil di BPS Indun Juhrijah
2. Pengetahuan ibu hamil tentang pengertian senam hamil
3. Pengetahuan ibu hamil tentang tujuan dan manfaat senam hamil
4. Pengetahuan ibu hamil tentang syarat dan larangan senam hamil
5. Pengetahuan ibu hamil tentang bentuk-bentuk senam hamil
a. Dapat menambah pengetahuan tentang senam hamil.
3. Bagi Institusi Kesehatan/Perpustakaan
a. Dapat meningkatkan pelayanan kesehatan pada ibu hamil.
b. Lebih memperbanyak referensi bahan mata kuliah tentang ibu hamil terutama senam hamil.
Masyarakat mendukung kegiatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan terutama tentang senam hamil.
|
Arikunto, S., (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Mochtar, Rustam, (1998). Sinopsis Obstetri. Jakarta: EGC.
Nursalam, (2003). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian. Jakarta: Saleba Medika.
Notoatmodjo, S.,(2003). Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta.
Sastrawinata, S. (2003). Obstetri Fisiologi. Unpad, Bandung.
Purnomo, W. (2002). Kumpulan Bahan Kuliah.
Prawirohardjo, S. (2006). Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka.
Sari, Y. (2008). Pedoman Singkat Perawatan Ibu, Bayi dan Balita.
Sugiyono, (2003). Metode Penelitian Administrasi. Jakarta: Al Fabeta .
Adiyono, W. (2008). Ragam Senam Hamil.
http://www.media-indonesia.com/berita.html.
Bascom, (2009). Konsep Perilaku Kesehatan.
http://spaplikom3gtloh.blogspot.com
Fauzi Bowo, H. (2008). Menurunkan Angka Kematian Ibu
http://www.selatan,jakarta.go.id/pkk/index.php
Dinkes,Banyuwangikab.go.if(2007)/resume.html
Mengetasi Keluhan Hamil (2008). http:///www.youtube.com/papuandiary

