TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI DALAM
MENGGUNAKAN CAIRAN PEMBERSIH GENETALIA
DI SMA NEGERI 1 GLENMORE KECAMATAN GLENMORE
|
B. Pembatasan dan Rumusan Masalah
Meningkatan kualitas pengetahuan kesehatan khususnya dalam menggunakan cairan pembersih genetalia.
Menurut (Notoadmodjo, 2005: 31), tahap pengetahuan di dalam domain kognitif terdiri dari 6 tahap :
|
c. Faktor – faktor yang mempengaruhi pengetahuan
d. Cara mengukur tingkat pengetahuan
1) Tingkat pengetahuan baik bila skore atau nilai 76 – 100 %
2) Tingkat pengetahuan cukup baik bila skore atau nilai 56 – 75 %
3) Tingkat pengetahuan kurang baik bila skore atau nilai 40 – 55 %
4) Tingkat pengetahuan tidak baik bila skore atau nilai < style="">
2) Individu mengalami perkembangan psikologi dan pola identifikasi dari anak-anak menjadi dewasa.
Adalah beberapa ciri yang harus diketahui, diantaranya adalah :
5) Mulai Tertarik Pada lawan Jenisnya
6) Menarik perhatian lingkungan
a. Pembersih Daerah Genetalia Eksterna
b. Cara Merawat Organ Intim Wanita Yang Baik dan Benar
2) Mencuci tangan setiap kali sebelum dan sesudah buang air kecil
3) Mencuci bagian - bagian luar organ - organ seksual kita dengan air
terutama selesai buang air kecil dan besar.
4) Mengganti celana dalam minimal dua kali sehari.
5) Hindari celana ketat karena dapat menyebabkan permukaan organ
6) Sebaiknya kenakan pakaian dalam yang terbuat dari bahan katun
karena menyerap keringat dengan baik.
7) Dianjurkan untuk mencukur / merapikan rambut kemaluan,
c. Faktor yang menyebabkan remaja putri menggunakan cairan pembersih genetalia.
(1) Lingkungan manusia yang termasuk kedalam ini adalah
(2) Lingkungan benda yaitu benda yang terdapat disekitar
manusia yang turun memberi warna pada jiwa manusia yang berada disekitarnya.
(c) Terjadi hanya pada masa subur
(e) Terjadi saat hamil karena terkait dengan faktor
(f) Terjadi sehabis berhubungan seks
(g) Karena stres, kelelahan dan celana dalam terlalu
(a) Keluar lendir berlebihan disertai infeksi
(b) Gatal, pedih, vagina kemerahan
(c) Lendir berubah warna kuning kehijau-hijauan
![]() |
= Variabel yang tidak diteliti
Sumber : Modifikasi Arikunto (2006) dan Manuaba (2002).
Gambar : 1. kerangka konseptual variabel penelitian
Penjelasan : Dalam penelitian kerangka konseptual variabel yang tidak
A. Jenis dan Rancang bangun Penelitian
B. Variabel dan Devinisi Operasional
|
Tabel 3.1 Tabel Difinisi Operasional Variabel
Populasi adalah keseluruhan obyek penelitian atau obyek yang diteliti (Notoadmodjo, 2005 : 79)
1) Remaja putri SMA Negeri 1 Glenmore Kecamatan Glenmore Kabupaten Banyuwangi
2) Remaja yang bersedia menjadi responden
1) Remaja yang tidak bersedia menjadi responden
2) Remaja putri yang tidak ada pada saat pengambilan sampel
d = Tingkat kepercayaan (Ketetapan yang diinginkan 0,05)
C. Lokasi dan waktu Penelitian
Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Glenmore Kecamatan Glenmore Kabupaten Banyuwangi.
Penelitian pengambilan data penelitian dilaksanakan pada bulan Juli – Agustus 2009.
F. Teknik dan Instrument Pengumpulan Data
Memberikan kode pada jawaban responden dengan memberi kode 1,0 sesuai dengan kategori.
Memindahkan jawaban dalam media tetentu (master sheet).
Yaitu menyusun data dalam bentuk tabel-tabel (dummy table).
X : Jumlah Pertanyaan yang benar
Nilai P mempunyai indeks sebagai berikut :
1. Lembar Persetujuan Penelitian
3. Confidentiality (Kerahasiaan)
Kerahasiaan informan yang jelas diberikan oleh subyek dijamin oleh peneliti.
3. Keterbatasan peneliti dalam riset
Hal ini akan mempengaruhi hasil yang kurang memuaskan.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1. Gambaran umum lokasi penelitian SMA Negeri 1 Glenmore Kecamatan Glenmore Kabupaten Banyuwangi.
Batas wilayah SMA Negeri 1 Glenmore yaitu :
a. Sebelah Utara berbatasan dengan persawahan
b. Sebelah Barat berbatasan dengan rumah sakit Bakti Husada
c. Sebelah Selatan berbatasan dengan pondok pesantren
d. Sebelah Timur berbatasan dengan SMP Negeri 3 Glenmore
Tenega didik di SMA Negeri 1 Glenmore antara lain
b. Wakil Kepala Sekolah : 1 Orang
d. Guru Tidak Tetap : 17 Orang
|
a. Tingkat pengetahuan remaja putri dalam menggunakan cairan pembersih genetalia.
1. Identifikasi tingkat pengetahuan remaja putri dalam menggunakan cairan pembersih genetalia.
2. Identifikasi Alasan Lingkungan
3. Identifikasi Alasan Keputihan
a. Waktu terbatas, sehingga hasil penelitian kurang sempurna.
Pada bab ini akan diuraikan kesimpulan dari penelitian dan saran yang dapat diberikan oleh penulis.
Diharapkan berusaha menambah pengetahuan melalui berbagai media informasi (cetak dan elektronik).
|
Arikunto, (2006). Produser Penelitian, Soekarto: Rineka Cipta.
Junita, (2009). Kesehatan Vagina. (http://www.dechacare.com.
Latipun. (2001). Psikologi Konseling. Malang: UMM Press.
Maimunah, S. (2005). Kamus Istilah Kebidanan. Jakarta : EGC.
Manuaba, IBG. (2003). Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta:
Notoadmodjo, S. (2003). Ilmu Kesehatan Masyarakat (Prinsip Dasar). Jakarta: PT Rineka Cipta.
Notoadmodjo, (2005). Metodologi Konseling. Malang: UMM press.
Nursalam, (2003). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu
Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Septian, (2009). Cara merawat Organ Intim dengan Baik dan Benar.
(http://ti-an.co.cc. Diakses 10 Februari 2009).
Purwanto. (1999). Pengantar Perilaku Manusia. Jakarta: EGC.
Zulkifli, (2001). Psikologi perkembangan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya


