Minggu, 17 April 2011

STRATEGI PELAYANAN KEBIDANAN DI KOMUNITAS

Kata Pengantar

Puji Syukur senantiasa kami kirimkan ke hadirat Allah SWT,yang telah memberikan kami kesehatan ,kesempatan,dan kemauan hingga kami dapat menyelesaikan makalah ini .Sholawat dan taslim tak lupa pula kami kirimkan ke junjungan Nabi besar Muhammad SAW.Nabi yang telah membawa kita kembali ke jalan Allah,hingga kita dapat menikmati indahnya Dinul Islam .
Kami mengucapkan bayak terima kasih pada semua pihak yang telah turut membantu hingga makalah ini dapat terselesaikan .Terlepas dari itu semua ,kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan .Karena itu segala kritik dan saran yang mendukung guna makalah ini menjadi lebih baik ,sangat kami harapkan.
Akhir kata ,mohon maaf bila ada kata kata dalam makalah ini yang menynggung perasaan dosen maupun kawan kawan.Karena kami tidak lepas dari kesalahan

Daftar isi
Halaman awal...................................................................................................i
Kata pengantar...................................................................................................ii
Daftar isi...........................................................................................................iii
Bab I Pendahuluan...............................................................................................1
Abstrak....................................................................................................1
Bab II Kajian Pustaka..........................................................................................2
A.Pendekatan Edukatif Dalam Peran Serta Masyarakat.................................2
B.Pelayanan Yang Berorientasi Pada kebutuhan Masyarakat........................9
C.Menggunakan Atau Memanfaatkan Fasilitas Dan Potensi Yang Ada di Masyarakat..............................................................................................17
Bab III Penutup..................................................................................................19
Daftar Pustaka....................................................................................................20







BAB I
PENDAHULUAN
Bidan komunitas adalah bidan yang bekerja melayani keluarga dan masyarakat di wilayah tertentu.
Kebidanan komunitas adalah bagian dari kebidanan yang berupa serangkaian ilmu dan keterampilan untuk memberikan pelayanan kebidanan pada ibu dan anak yang berada dalam masyarakat di wilayah tertentu.
Sasaran kebidanan komunitas adalah ibu dan anak balita yang berada di dalam keluarga dan masyarakat .Bidan memandang pasiennya sebagai makhluk sosial yang memiliki budaya tertentu dan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi ,politik,sosial,budaya,dan lingkungan sekitarnya
Setiap petugas kesehatan yang bekerja dimasyarakat perlu memahami masyarakat yang di layaninya ,baik keadaan budaya maupun tradisi setempat sangat menentukan pendekatan yang di tempuh .Pendekata yang akan digunakan oleh bidan harus memperhatikan strategi pelayanan kebidanan ,tugas dan tanggung jawab bidan serta aspekperlindungan hukum bagi bidan di komunitas
.Karena itu,dalam makalah ini akan di paparkan mengenai strategi pelayanan kebidanan komunitas yang terdiri atas tiga yaitu : Pendekatan edukatif dalam peran serta masyarakat, Pelayanan Yang Berorentasi Pada Kebutuhan Masyarakat,dan Menggunakan/Memanfaatkan Fasilitas dan Potensi Yang Ada di Masyarakat.




BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.Pendekatan edukatif dalam peran serta masyarakat
Pelayanan kebidanan komunitas dikembangkan berawal dari pola hidup masyarakat yang tidak lepas dari faktor lingkungan, adat istiadat, ekonomi, sosial budaya dll. Sebagian masalah komunitas merupakan hasil perilaku masyarakat sehingga perlu melibatkan masyarakat secara aktif. Keberadaan kader kesehatan dari masyarakat sangat penting untuk meningkatkan rasa percaya diri masyarakat terhadap kemampuan yang mereka miliki.
1. Definisi
a. Secara umum
Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara sistematis, terencana dan terarah dengan partisipasi aktif individu, kelompok, masyarakat secara keseluruhan untuk memecahkan masalah yang dirasakan masyarakat dengan mempertimbangkan faktor sosial, ekonomi dan budaya setempat.
b. Secara khusus
Merupakan model dari pelaksanaan organisasi dalam memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat dengan pokok penekanan pada hal hal berikut:
- Pemecahan masalah dan proses pemecahan masalah
- Pengembangan provider merupakan bagian dari proses perkembangn masyarakat secara keseluruhan.
2. Tujuan pendekatan edukatif
a. Memecahkan masalah yang dihadapi oleh masyarakat yang merupakan masalah kebidanan komunitas.
b. Mengembangkan kemampuan masyarakatuntuk dapat memecahkan masalah nya sendiri secara swadaya dan gotong royong
Provider adalah sektor yang bertanggung jawab scara teknis terhadap program program yang dikembangkan dalam pengembangan kemampuan masyarakat untuk dapat memecahkan masalahnya sendiri secara swadaya dan gotong royong.
3. Strategi dasar pendekatan edukatif
a. Mengembangkan provider
Perlu adanya kesamaan persepsi dan sikap mental positif terhadap pendekatan yang ditempuh serta sepakat untuk mensukseskan.
Langkah-langkah pengembangan provider
1) Pendekatan terhadap pemuka atau pejabat masyarakat.
Dimulai dari pemuka/pejabat tingkat pusat kemudian ke bawah. Tujuan terutama untuk memperoleh suatu dukungan secara politis, diharapkan terjelma dalam bentuk kebijaksanaan nasional maupun regional.
Pendekatan pada tokoh masyarakat dapat berupa:
• Nonformal untuk penjagaan lahan.
• Formal dengan surat resmi
• Tatap muka antara provider dan tokoh masyarakat
• Kunjungan rumah untuk menjelaskann maksud dan tujuan pengumpulan data
• Pertemuan antara provider dan tokoh masyarakat untuk menetapkan suatu kebijakan altenatif pemecahan masalah dalam rangka perencanaan,pelaksanaan dan evaluasi.
• Menjalin hubungan sosial yang baik dengan menghadiri upacara agama ,perkawinan ,kematian dsb.
2) Pendekatan terhadap pelaksana dari sektor diberbagai tingkat administrasi sampai dengan tingkat desa.
Tujuan yang akan dicapai adalah adanya kesepahaman, memberi dukungan dan merumuskan kebijakan serta pola pelaksanaan secara makro.
Bentuk kegiatan Pendekatan terhadap pelaksana dari sektor diberbagai tingkat administrasi antara lain:
a. Lokakarya
b. Seminar
c. Pertemuan
Pendekatan tingkat desa ,bermaksud agar pemuka desa;
- Mengerti apa yang dimaksud dengan pendekatan edukatif
- Mendukung pendekatan ini serta bersepakat akan mensukseskannya
Di bidang kesehatan pendekatan tingkat desa ini tidak hanya dilakukan oleh puskesmas sendiri, melainkan bersama-sama dengan sektor-sektor lain di tingkat kecamatan dipimpin oleh Pak Camat dan Kepala Puskesmas. Pendekatan ini dapat berupa :
- Pertemuan tersendiri khusus membicarakan pendekatan edukatif
- Disiplin dalam acara pertemuan desa yang rulin misalnya dalam rembuk desa.
Yang diharapkan dalam tingkat desa adalah :
- Kepala desa dan jajarannya
- Pengurus LKMD
- Pemuka-pemuka masyarakat.
3) Pengumpulan data oleh sektor kecamatan/desa
Pengumpulan data ini merupakan pengenalan stuasi dan masalah menurut kecamatan petugas / provider.
Macam-macam data yang dikumpulkan :
- Data umum,data teknis sesuai dengan kepentingan masing masing sektor yaitu data tentang keadaaan daerah, penduduk, pemuka masyarakat setempat.
- Data khusus,sesuai hasil pengamatan/data orang lain.yaitu data masing-masing sektor misalnya data pertanian untuk sektor pertanian, data kesehatan untuk sektor kesehatan, dan lain-lain.
- Data perilaku sesuai dengan masalah yang ada.
b.Pengembangan masyarakat
Pengembangan masyarakat adalah menghimpun tenaga masyarakat untuk mampu dan mau mengatasi masalahnya sendiri secara swadaya sebatas kemampuan. Pengembangan masyarakat perludilakukan baik Sumber Daya Alam/potensi desadan Sumber Daya Manusia/kader kesehatan Dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat untuk menentukan masalah, merecanakan alternatif, melaksanakan dan menilai usaha pemecahan masalah yang dilaksanakan. Langkah– langkahnya meliputi pendekatan tingkat desa, survei mawas diri, perencanaan, pelaksanaan dan penilaian serta pemantapan dan pembinaan
Metode Pendekatan Edukatif dalam mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan kesehatan serta Pengorganisasian Dan Pengembangan Masyarakat (PPM).
Peningkatan Peran Serta Masyarakat (PPSM)
 Defenisi
Peran Serta Masyarakat (PSM) adalah Proses dimana individu, keluarga dan lembaga masyarakat termasuk swasta :
a). Mengambil tanggung jawab atas kesehatan diri, keluarga dan masyarakat.
b). Mengembangkan kemampuan untuk menyehatkan diri, keluarga dan masyarakat.
c). Menjadi pelaku perintis kesehatan dan pemimpin yang
menggerakkan kegiatan masyarakat di bidang kesehatan berdasarkan atas kemandirian dan kebersamaan.
 Tujuan:
Tujuan umum
Untuk meningkatkan jumlah dan mutu upaya masyarakat di
bidang kesehatan.
Tujuan Khusus
a). Meningkatkan kemampuan pemimpin / pemuka masyarakat
dalam menggerakkan upaya kesehatan.
b). Meningkatkan kemampuan organisasi masyarakat dalam
menyelenggarakan upaya kesehatan
c). Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menggali, menghimpun dan mengelola dana / sarana masyarakat untuk kesehatan.
 Bentuk PPSM:
1. Ikut dalam menelaah situasi masalah
2. Ikut terlibat dalam menyusun perencanaan, pelaksanaan, termasuk penentuan prioritas.
3. Menjalankan kebiasaan hidup sehat dan atau berperan serta secara aktif dalam mengembangkan ketenagaan, dana dan sarana.
 Sasaran PPSM:
1. Tokoh Masyarakat ( To-Ga )
2. Organisasi Masyarakat dan Organisasi Profesi
3. Keluarga dan Dasa Wisma
4. Kelompok Masyarakat dengan Kebutuhan Khusus
5. Masyarakat Umum di Desa, Kota dan Pemukiman Khusus.
 Faktor faktor yang empengaruhi PPSM:
1. Faktor Masyarakat pada Umumnya :
a. Manfaat kegiatan yang dilakukan
b. Adanya kesempatan berperan serta
c. Keterampilan tertentu yang dapat disumbangkan
d. Rasa memiliki

2. Faktor Tokoh Masyarakat dan Pimpinan Kader
3. Faktor Petugas
4. Faktor Cara Kerja yang Digunakan
5. Faktor lain :
a. Perilaku Individu : sikap, mental & kebutuhan individu.
b. Perilaku Masyarakat : Keadaan ekonomi, politik, sosbud, pendidikan, agama.
 Tolak ukur keberhasilan PPSM:
1. Meningkatnya kemampuan kepemimpinan masyarakat
2. Meningkatnya pengorganisasian kesehatan oleh masyarakat
3. Meningkatnya peran serta masyarakat dalam mengelola dana untuk kesehatan
4. Meningkatnya penerimaan masyarakat terhadap program kesehatan.
 Teknik Penggerak PPSM:
1. Menggunakan Ancaman
2. Pemberian Imbalan
3. Menimbulkan Kesadaran
4. Teknik Kombinasi
 Tingkat PPSM:
1. PSM karena Imbalan
2. PSM karena Paksaan / Perintah
3. PSM karena Identifikasi
4. PSM karena Tuntutan Hak Asasi & Tanggung Jawab
5. PSM yang Disertai Kreasi dan daya Cipta.
 Arti penting PPSM:
1. Dalam Pembangunan Kesehatan :
a. Merupakan unsur mutlak dalam pembinaan kesehatan
b. Kemampuan hidup sehat hanya dapat dicapai
melalui peran individu atau masyarakat
c. Kemandirian masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan sebagai kunci keberhasilan pembinaan kesehatan.

2. Dapat Dikaji dari Tercantumnya dalam Dokumen Resmi,
seperti :
a. GBHN 1993
b. UU No. 23 Tahun 1992
c. SKN.

 Langkah pembinaan PPSM:
1. Pertemuan / Pendekatan Tingkat Desa
2. Survey Mawas Diri ( Community Self Survey / CSS )
3. Musyawarah Masyarakat Desa
4. Pelatihan Kader
5. Pelaksanaan Upaya Kesehatan Oleh Masyarakat
6. Pembinaan Pelestarian Kegiatan
7. Pengenalan Sosio – Budaya Masyarakat Setempat
B.Pelayanan Yang Berorentasi Pada Kebutuhan Masyarakat
Proses dimana masyarakat dapat mengidentifikasi kebutuhan dan tentukan prioritas dari kebutuhan tersebut serta mengembangkan keyakinan masyarakat untuk berusaha memenuhi kebutuhan sesuai skala prioritas berdasarkan atas sumber – sumber yang ada di masyarakat sendiri maupun berasal dari luar secara gotong royong. Terdiri dari 3 aspek penting meliputi proses, masyarakat dan memfungsikan masyarakat.
Terdiri dari 3 jenis pendekatan :
1. Specifict Content Approach
Yaitu pendekatan perorangan atau kelompok yang merasakan masalah melalui proposal program kepada instansi yang berwenang.
Contoh : pengasapan pada kasus DBD
2. General Content objektive approach
Yaitu pendekatan dengan mengkoordinasikan berbagai upaya dalam bidang kesehatan dalam wadah tertentu.
Contoh : posyandu meliputi KIA, imunisasi, gizi, KIE dsb.
3. Proses Objective approach
Yaitu pendekatan yang lebih menekankan pada proses yang dilaksanakan masyarakat sebagai pengambil prakarsa kemudian dikembangkan sendiri sesuai kemampuan.
Contoh : kader

Berbagai pendekatan dan bentuk – bentuk partisipasi / peran serta masyarakat yang secara garis besar meliputi ; Primary Health Care (PHC), Pengembangan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) dan Posyandu sebagai bentuk pelayanan kesehatan yang melibatkan secara langsung peran aktif dari masyarakat.
PHC(Primary Health Care)
 Defenisi PHC
Primary Health Care ( PHC ) adalah : Pelayanan kesehatan pokok yang
berdasarkan kepada metode dan teknologi praktis, ilmiah dan sosial yang dapat diterima secara umum baik oleh individu maupun keluarga dalam masyarakat melalui partisipasi mereka sepenuhnya, serta dengan biaya yang dapat terjangkau oleh masyarakat dan negara untuk memelihara setiap tingkat
perkembangan mereka dalam semangat untuk hidup mandiri
 Tujuan PHC
Tujuan Umum:
Mencoba menemukan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang diselenggarakan, sehingga akan dicapai tingkat kepuasan pada masyarakat yang menerima pelayanan.
Tujuan Khusus :
1. Pelayanan harus mencapai keseluruhan penduduk yang dilayanai
2. Pelayanan harus dapat diterima oleh penduduk yang dilayani
3. Pelayanan harus berdasarkan kebutuhan medis dari populasi yang dilayani
4. Pelayanan harus secara maksimum menggunkan tenaga dan sumber sumber daya lain dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
 Fungsi PHC
PHC hendaknya memenuhi fungsi – fungsi sebagai berikut :
1. Pemeliharaan Kesehatan
2. Pencegahan Penyakit
3. Diagnosis dan Pengobatan
4. Pelayanan Tindak Lanjut
5. Pemberian Sertifikat
 Unsur utama PHC
Tiga ( 3 ) Unsur Utama yang terkandung dalam PHC adalah :
1. Mencakup Upaya – upaya Dasar Kesehatan
2. Melibatkan Peran Serta Masyarakat
3. Melibatkan Kerja Sama Lintas Sektoral
 Prinsip dasar PHC
Lima ( 5 ) Prinsip Dasar PHC adalah :
1. Pemerataan Upaya Kesehatan
2. Penekanan Pada Upaya Preventif
3. Menggunakan Teknologi Tepat Guna
4. Melibatkan Peran Serta Masyarakat
5.Melibatkan kerjasama lintas sektoral.
 Elemen elemen PHC
Dalam pelaksanaan PHC harus memiliki 8 elemen essensial yaitu :


1. Pelayanan yang utama dan intim dengan masyarakat
2. Pelayanan yang menyeluruh
3. Pelayanan yang terorganisasi
4. Pelayanan yang mementingkan kesehatan individu maupun masyarakat
5. Pelayanan yang berkesinambungan
6. Pelayanan yang progresif
7. Pelayanan yang berorientasi kepada keluarga
8. Pelayanan yang tidak berpandangan kepada salah satu aspek saja
 Tanggung jawab tenaga kesehatan dalam PHC
Tanggung jawab tenaga kesehatan dalam PHC lebih dititik beratkan kepada hal – hal sebagai berikut :
1. Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengembangan dan implementasi pelayanan kesehatan dan program pendidikan kesehatan.
2. Kerja sama dengan masyarakat, keluarga dan individu
3. Mengajarkan konsep kesehatan dasar dan teknik asuhan diri sendiri pada masyarakat
4. Memberikan bimbingan dan dukungan kepada petugas pelayanan kesehatan dan kepada
masyarakat
4. Koordinasi kegiatan pengembangan kesehatan masyarakat
Pengembangan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD)
 Defenisi
PKMD adalah : Rangkaian kegiatan masyarakat yang dilaksanakan atas dasar gotong royong dan swadaya dalam rangka menolong diri sendiri dalam memecahkan masalah untuk memenuhi kebutuhannya dibidang kesehatan dan dibidang lain yang berkaitan agar mampu mencapai kehidupan sehat sejahtera.
 Tujuan
Tujuan Umum
Untuk meningkatkan kemampuan masyarakat menolong diri sendiri dibidang kesehatan dalam rangka meningkatkan mutu hidup.
Tujuan Khusus:
1. Menumbuhkan kesadaran masyarakat akan potensi yang dimilikinya untuk menolong diri mereka sendiri dalam meningkatkan mutu hidup mereka .
2. Mengembangkan kemampuan dan prakarsa masyarakat untuk berperan secara aktif dan berswadaya dalam meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri .
3. Menghasilkan lebih banyak tenaga – tenaga masyarakat setempat yang mampu, terampil serta mau berperan aktif dalam kegiatan pembangunan desa
4. Meningkatnya kesehatan masyarakat dalam arti memenuhi beberapa indikator :
a. Angka kesakitan menurun
b. Angka kematian menurun ; terutama Angka Kematian Bayi & Anak
c. Angka kelahiran menurun
d. Menurunnya angka kekurangan gizi pada anak balita.
 Ciri ciri PKMD
1. Kegiatan dilaksanakan atas dasar kesadaran, kemampuan dan prakarsa masyarakat sendiri dalam arti bahwa kegiatan dimulai dengan kegiatan untuk mengatasi masalah kesehatan yang memang dirasakan oleh masyarakat sendiri sebagai kebutuhan.
2.Perencanaan kegiatan ditetapkan oleh masyarakat secara musyawarah dan mufakat.
3. Pelaksanaan kegiatan berlandaskan pada peran serta aktif dan swadaya masyarakat dalam arti memanfaatkan secara optimal kemampuan dan sumber daya yang dimiliki masyarakat.
4. Masukan dari luar hanya bersifat memacu, melengkapi dan menunjang tidak mengakibatkan ketergantungan.
5. Kegiatan dilakukan oleh tenaga – tenaga masyarakat setempat
6. Memanfaatkan teknologi tepat guna
7. Kegiatan yang dilakukan sekurang – kurangnya mencakup salah satu dari 8 unsur PHC.
 Prinsip prinsip PKMD:
1.Kegiatan masyarakat sebaiknya dimulai dengan kegiatan yang memenuhi kebutuhan masyarakat setempat walaupun kegiatan tersebut bukan merupakan kegiatan kesehatan secara langsung. Ini berarti bahwa : Kegiatan tidak hanya terbatas pada aspek kesehatan
saja, melainkan juga mencakup aspek – aspek kehidupan lainnya yang secara tidak langsung menunjang peningkatan taraf kesehatan.
2.Dalam membina kegiatan masyarakat diperlukan kerja sama yang baik antara :
a. Dinas – dinas, Instansi – instansi, Lembaga – lembaga lainnya yang bersangkutan
b. Dinas – dinas, Instansi – instansi, Lembaga – lembaga tersebut dgn. Masyarakat.
3.Dalam keadaan dimana masyarakat tidak dapat memecahkan masalah atau kebutuhannya sendiri, maka pelayanan langsung diberikan oleh sektor yang bersangkutan.
 Wadah kegiatan PKMD
Karena kegiatan PKMD merupakan bagian integral dari pembangunan desa, sedangkan wadah partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa adalah LKMD, maka Wadah Kegiatan PKMD adalah LKMD. Pembangunan PKMD yang bersifat lintas sektoral dengan sendirinya merupakan bagian dari tugas Tim Pembina LKMD.
 Strategi pembinaan
1.Tim pembina PKMD di masing – masing tingkat sekaligus dijadikan sebagai forum koordinasi dimasing – masing tingkat
2.Setiap kegiatan partisipasi masyarakat yang akan dipromosikan oleh salah satu sektor, terlebih dahulu dibahas dalam forum koordinasi untuk memungkinkan bantuan dari sektor – sektor lain untuk menghindari tumpang tindih.
3 Jenis bantuan apapun yang akan dijalankan harus selalu berdasarkan pada proporsi kebutuhan masyarakat setempat.
4.Seluruh tahap kegiatan, mulai dari persiapan, perencanaan, pelaksanaan, penilaian, pembinaan sampai pada perluasan dilakukan oleh masyarakat sendiri dan di mana perlu dibantu oleh Pemerintah secara lintas program dan lintas sektoral.
5. Wadah kegiatan PKMD adalah LKMD sesuai Surat Keputusan Presiden No. 28 tentang Penyempurnaan dan Penempatan Fungsi Lembaga Swadaya Desa menjadi LKMD. Maka
pada dasarnya LKMD merupakan wadah partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.
6. PKMD adalah kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat dari masyarakat dan untuk masyarakat. Pengembangan dan pembinaan yang dilakukan oleh pemerintah adalah suatu pendekatan bukan program yang berdiri sendiri.
 Pengembangan dan Pembinaan
1. Pengembangan dan pembinaan PKMD berpedoman kepada GBHN
2. Pengembangan dan pembinaan PKMD dilaksanakan dengan kerja sama lintas program dan lintas sektoral melalui pendekatan edukatif
3. Koordinasi pembinaan melalui jalur fungsional pada tiap kegiatan ; tingkat propinsi oleh gubernur, tingkat kabupaten oleh bupati, tingkat kecamatan oleh camat.
4. PKMD merupakan bagian integral dari pembangunan desa secara keseluruhan
5. Kegiatan dilaksanakan dengan membentuk mekanisme kerja yang efektif antara instansi
yang berkepentingan dalam pembinaan masyarakat desa.
6. Puskesmas sebagai pusat pengembangan dan pembangunan kesehatan berfungsi sebagai
dinamisator.
 Hal hal yang diperlukan dalam pelaksanaanKegiatan PPKMD
1. Masyarakat perlu dikembangkan pengertiannya yang benar tentang kesehatan dan tentang program – program yang dilaksanakan pemerintah.
2. Masyarakat perlu dikembangkan keadarannya akan potensi dan sumber daya yang dimiliki serta harus dikembangkan dan dibina kemampuan dan keberaniannya, untuk berperan secara aktif dan berswadaya dalam meningkatkan mutu hidup dan kesejahteraan mereka.
3. Sikap mental pihak penyelenggara pelayanan perlu dipersiapkan terlebih dahulu agar dapat menyadari bahwa masyarakat mempunyai hak dan potensi untuk menolong diri mereka sendiri dalam meningkatkan mutu hidup dan kesejahteraan mereka.
4. Harus ada kepekaan dari para pembina untuk memahami aspirasi yang tumbuh dimasyarakat dan dapat berperan secara wajar dan tepat.
5. Harus ada keterbukaan dan interaksi yang dinamis dan berkesinambungan baik antara para pembina maupun antara pembina dengan asyarakat, sehingga muncul arus pemikiran yang mendukung kegiatan PKMD.
 Persiapan bagi pelaksana
Persiapan bagi pelaksana dari masyarakat sangat penting artinya. Persiapan yang dimaksud dapat dilakukan melalui :
1. Pelatihan Kader
2. Kunjungan Kerja
3. Studi Perbandingan
 Pengadaan fasilitas
Kelestarian PKMD akan lebih terjamin bila fasilitas yang disediakan dari swadaya masyarakat melalui potensi dan sumber daya yang ada di masyarakat yang dapat digali dan dimanfaatkan.Bila masyarakat tidak memilikinya barulah para penyelenggara pembinaan PKMD berusaha untuk memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,dengan ketentuan tidak menimbulkan ketergantungan bagi masyarakat.
C.Menggunakan/Memanfaatkan Fasilitas dan Potensi Yang Ada di Masyarakat
Masalah kesehatan pada umumnya disebabkan rendahnya status sosial – ekonomi yang akibatkan ketidaktahuan dan ketidakmampuan memelihara diri sendiri (self care) sehingga apabila berlangsung terus akan berdampak pada status kesehatan keluarga dan masyarakat juga produktivitasnya.
1. Definisi
a. Usaha membantu manusia mengubah sikapnya terhadap masyarakat, membantu menumbuhkan kemampuan orang, berkomunikasi dan menguasai lingkungan fisiknya.
b. Pengembangna manusia yang tujuannya adalah untuk mengembangkan potensi dan kemampuan manusia mengontrol lingkungannya.
2. Langkah - langkah
a. Ciptakan kondisi agar potensi setempat dapat dikembangkan dan dimanfaatkan
b. Tingkatkan mutu potensi yang ada
c. Usahakan kelangsungan kegiatan yang sudah ada.
d. Tingkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
3. Prinsip - prinsip dalam mengembangkan masyarakat
a. Program ditentukan oleh atau bersama masyarakat.
b. Program disesuaikan dengan kemampuan masyarakat.
c. Dalam pelaksanaan kegiatan harus ada bimbingan, pengarahan, dan dorongan agar dari satu kegiatan dapat dihasilkan kegiatan lainnya.
d. Petugas harus bersedia mendampingi dengan mengambil fungsi sebagai katalisator untuk mempercepat proses.
4. Bentuk - bentuk program masyarakat
a. Program intensif yaitu pengembangan masyarakat melalui koordinasi dengan dinas terkait/kerjasama lintas sektoral.
b. Program adaptif yaitu pengembangan masyarakat hanya ditugaskan pada salah satu instansi/departemen yang bersangkutan saja secara khusus untuk melaksanakan kegiatan tersebut/kerjasama lintas program
c. Program proyek yaitu pengembangan masyarakat dalam bentuk usaha – usaha terbatas di wilayah tertentu dan program disesuaikan dengan kebutuhan wilayah tersebut





BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
 Strategi pelayanan kebidanan di komunitas ada 3 yaitu: Pendekatan edukatif dalam peran serta masyarakat, Pelayanan Yang Berorentasi Pada Kebutuhan Masyarakat,dan ,Menggunakan/Memanfaatkan fasilitas dan potensi yang ada di mssasyarakat.
 Pelayanan kebidanan komunitas dikembangkan berawal dari pola hidup masyarakat yang tidak lepas dari faktor lingkungan, adat istiadat, ekonomi, sosial budaya dll. Sebagian masalah komunitas merupakan hasil perilaku masyarakat sehingga perlu melibatkan masyarakat secara aktif. Keberadaan kader kesehatan dari masyarakat sangat penting untuk meningkatkan rasa percaya diri masyarakat terhadap kemampuan yang mereka miliki.
 Pelayanan Yang Berorentasi Pada Kebutuhan Masyarakat adalah Proses dimana masyarakat dapat mengidentifikasi kebutuhan dan tentukan prioritas dari kebutuhan tersebut serta mengembangkan keyakinan masyarakat untuk berusaha memenuhi kebutuhan sesuai skala prioritas berdasarkan atas sumber – sumber yang ada di masyarakat sendiri maupun berasal dari luar secara gotong royong. Terdiri dari 3 aspek penting meliputi proses, masyarakat dan memfungsikan masyarakat.
B.Kritik dan saran.
• Bagi teman – teman agar lebih aktif dalam mengerjakan tugas perkuliahan .
• Semoga kami sebagai calon bidan . bisa melaksanakansemua strategi pelayanan kebidanan di komunitas dan berhasil kelak.
DAFTAR PUSTAKA

Depkes RI ,1990.Pendekatan Edukatif suatu alternatif pendekatan dalam membangun masyarakat. Jakarta.
Depkes RI ,1991.Bidan dimasyarakat,Jakarta.
http://enyretnaambarwati.blogspot.com/2010/02/strategi-pelayanan-kebidanan-di.html.diakses tanggal 18 febuari 2010
Pengurus Pusat IBI,1999.Etika dan Kode Etik Kebidanan.Jakarta
Safrudin dan Hamidah.2009.Kebidanan Komunitas.Jakarta:EGC

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar