Selasa, 24 April 2012

Latar Belakang Kehamilan

Bab I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kehamilan adalah masa dimulai dari kontrasepsi sampai janin lahir, lama hamil normal yaitu 280 hari atau 9 bulan 7 hari yang dihitung dari hari pertama haid terakhir.
Kehamilan dibagi menjadi 3 triwulan : (Mochtar, 1998 : 17)
a. Triwulan I antara 0-12 minggu.
b. Triwulan II antara 12-28 minggu.
c. Triwulan III antara 28-40 minggu.

Agar Kehamilan dapat terjadi,sistem produksi wanita dan pria harus dalam keadaan baik dan sehat.Pasutri harus berhubungan seks pada saat yang tepat dalam siklus menstruasi wanita dan tubuh wanita harus mampu memproduksi hormon-hormon secara optimal untuk kelangsungan kehamilan.

Pada saat lelaki mengalami ejakulasi ketika berhubungan seks dengan wanita ,jutaan sperma akan dilepaskan kedalam vagina wanita.Sperma – sperma tersebut akan bergerak naik menuju rahim melalui serviks.Pergerakan ini didorong oleh kekuatan ejakulasi dan gerakan ekor – ekor sperma.Dari rahim ,Sperma-sperma akan terus berjalan menuju saluran telur ( tuba fallopii ). Dari jutaan sperma yang dikeluarkan pada saat ejakulasi hanya beberapa ratus yang bertahan hidup dalam perjalanan sepanjang saluran reproduksi ,dan hanya satru sel sperma yang membuahi sel telur.
Beberapa hari setelah pembuahan (Fertilisaso),sel telur yang dibuahi (embrio)akan berjalan menuju rahim dan menempel didinding rahim ( implantasi ).Sel-sel yang mengintari embrio akan mengeluarkan hormon kehamilan yang disebut dengan human Chorionic Gonadotrophin (HCG).Hormon tersebut kemudiana beredar di sirkulasi darah dan akan dikeluarakan dalam air seni yang kemudian dapan dilihat melalui tes kehamilan.
B . Pembatasan Masalah
Dalam penulisan makalah ini penyusun hanya membatasi topik pada :
a. Pengertian kehamilan
b. Etiologi Kehamilan
c. Tanda-Tanda Kehamilan
d. Perkembangan Proses Kehamilan Pada Trimester I
e. Tanda-tanda bahaya
f. Komplikasi Pada Kehmailan Trimester I
g. Asuhan Keperawatan Pada Ibu Hamil Trimester I

C . Tujuan Penulisan
a. Untuk mengetahui Pengertian kehamilan
b. Untuk mengetahui Etiologi Kehamilan
c. Untuk mengetahui Tanda-Tanda Kehamilan
d. Untuk mengetahui Perkembangan Proses Kehamilan Pada Trimester I
e. Untuk mengetahui Tanda-tanda bahaya
f. Untuk mengetahui Komplikasi Pada Kehmailan Trimester I
g. Untuk mengetahui bagaimana memberi Asuhan Keperawatan Pada Ibu Hamil Trimester I


D . Metode Penulisan
Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah :
1. Studi Pustaka
2. Diskusi kelompok
3. Browsing internet






Bab II
KONSEP DASAR

A. Pengertian kehamilan
Menurut Sarwono, 1999
Kehamilan adalah masa dimulai dari kontrasepsi sampai janin lahir, lama hamil normal yaitu 280 hari atau 9 bulan 7 hari yang dihitung dari hari pertama haid terakhir.
Kehamilan dibagi menjadi 3 triwulan : (Mochtar, 1998 : 17)
a. Triwulan I antara 0-12 minggu.
b. Triwulan II antara 12-28 minggu.
c. Triwulan III antara 28-40 minggu.
Jadi kehamilan trimester I adalah masa kehamilan dimulai dari proses konsepsi sampai usia kehamilan tiga bulan.

B. Etiologi Kehamilan
Suatu kehamilan akan terjadi bila terdapat 5 aspek berikut, yaitu :
a. Ovum
Ovum adalah suatu sel dengan diameter + 0,1 mm yang terdiri dari suatu nukleus yang terapung-apung dalam vitelus dilingkari oleh zona pellusida oleh kromosom radiata.
b. Spermatozoa
Berbentuk seperti kecebong, terdiri dari kepala berbentuk lonjong agak gepeng berisi inti, leher yang menghubungkan kepala dengan bagian tengah dan ekor yang dapat bergerak sehingga sperma dapat bergerak cepat.
c. Konsepsi
Konsepsi adalah suatu peristiwa penyatuan antara sperma dan ovum di tuba fallopii.
d. Nidasi
Nidasi adalah masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam endometrium.
e. Plasentasi
Plasentasi adalah alat yang sangat penting bagi janin yang berguna untuk pertukarann zat antara ibu dan anaknya dan sebaliknya.


C. Tanda-Tanda Kehamilan
a. Tanda-tanda Tidak Pasti
1. Amenorea
HPHT penting diketahui, supaya dapat menentukan usia kehamilan dan kapan perkiraan persalinan.
2. Nausea (enek) dan emesis (muntah)
Umumnya terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan, sering terjadi pada pagi hari.
3. Sering buang air kecil
TMS I : karena kandung kencing tertekan uterus yang mulai membesar.
TMS II dan III : karena janin mulai masuk ke ruang panggul dan menekan kembali kandung kencing.
4. Pimentasi kulit
Terjadi karena pengaruh dari hormon kortikosteroid plasenta yang merangsang melanosfor dan kulit.
5. Anoreksia (tidak nafsu makan)
Terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan, tapi setelah itu nafsu makan akan timbul lagi.
6. Payudara menjadi tegang dan membesar
Disebabkan oleh pengaruh estrogen dan progesteron yang merangsang duktuli dan alveoli di mammae glandula montgomerry tampak lebih jelas.
7. Obstipasi
Terjadi karena tonus otot menurun yang disebabkan oleh pengaruh hormon steroid.
8. Epulis
Suatu hipertrofi papilla ginggivae sering terjadi pada TMS I.
9.Varises
Biasanya dijumpai pada daerah genetalia eksterna, fossa poplilea, kaki dan betis.
10. Mengidam

b. Tanda-tanda Mungkin
1. Tanda hegar
Uterus segmen bawah lebih lunak dari pada bagian yang lain.
2. Tanda piskasek
Uterus membesar ke salah satu jurusan hingga menonjol jelas ke jurusan pembesaran perut.
3. Tanda chadwick
Perubahan warna pada servix dan vagina menjadi kebiru-biruan.
4. Tanda braxton-hicks
Uterus mudah berkontraksi jika dirangsang.
5. Suhu basal
Sesudah ovulasi tetap tinggi terus antara 37,2oC s/d 37,8oC.

c. Tanda-tanda Pasti
1. Terdengar DJJ (Mulai Uk 18-20 minggu).
2. Teraba bagian-bagian anak saat dipalpasi.
3. Terasa pergerakan anak (mulai terasa pada Uk 18-20 minggu).
4. Pemeriksaan USG.


D. Perkembangan Proses Kehamilan Pada Trimester I
Berikut adalah gambaran tentang proses perkembangan kehamilan yang sekaligus juga merupakan pertumbuhan bayi anda setiap minggunya. .
Kehamilan Minggu Pertama
Ini adalah minggu yang sangat awal, jika anda merencanakan kehamilan, anda harus mulai dengan berpikir bahwa anda sudah hamil. Ini berarti makan makanan yang sehat, minum vitamin untuk kehamilan yang mengandung asam folat dan berhenti dari minum obat-obatan, merokok, alkohol dan makanan lain yang tidak sehat.
Kehamilan Minggu ke-2
Pada minggu ini, kehamilan dimulai dari satu minggu setelah HPHT (hari pertama haid terakhir. Jadi periode menstruasi anda baru saja selesai sekarang dan hormon-hormon estrogen dan progesteron menyebabkan uterus anda membuat lapisan pada endometrium (lapisan uterus anda) untuk siap-siap menerima calon bayi. Lapisan ini menebal dan terisi oleh darah, siap untuk menerima kehadiran janin, menjadi tempat yang nyaman dan saluran makanan untuk janin. Pada saat yang sama salah satu indung telur berkembang dan mematangkan sel telur untuk persiapan ovulasi (pembuahan).
Kurang lebih 14 hari sebelum masa haid anda berikutnya dimulai, terjadi pembuahan. Indung telur melepaskan telur yang siap dibuahi yang selanjutnya turun ke saluran tuba fallopi menunggu pasangannya.
Kehamilan Minggu ke-3
Awal minggu ketiga inilah terjadi peristiwa yang sangat penting.. Anda tahu kapan anda mengalami ovulasi? Ada yang tahu tapi banyak yang tidak tahu. Ada baiknya kita mencatat masa-masa/perkembangan kehamilan kita karena pentingnya setiap tahapan yang kita lewati.
Kehamilan terjadi ketika sperma membuahi sel telur yang matang di dalam tuba falopi (saluran yang menghubungkan ovarium dengan uterus). Materi genetik yang ada pada sperma dan sel telur menjadi blastocyst yang kemudian masuk ke dalam tuba falopi lalu ke uterus. Setelah kira-kira 5 hari, blastocyst melekatkan diri ke lapisan uterus yang lembut.
Kehamilan Minggu ke-4
Dalam minggu ini, sekelompok sel yang baru tertanam tumbuh dengan sangat pesat, berkembang dan mengelompok. Kelompok sel terbagi menjadi dua bagian, satu menjadi plasenta dan satunya lagi menjadi janin. Sel yang berlapis juga terbentuk yang berkembang menjadi bagian spesifik dari bagian tubuh bayi anda nantinya. Ketiga lapisan tersebut adalah ectoderm, endoderm dan mesoderm. Kantung amniotic dan saluran amniotic mulai terbentuk dan kantung kuning telur juga sudah nampak. Kantung kuning
telur selanjutnya akan berkembang menjadi saluran pencernaan bayi anda. Akan terjadi banyak perubahan pada janin anda. Pada akhir minggu ini, anda mungkin mendapat hasil positif jika menggunakan testpack. Ada banyak jenis test yang bisa menunjukkan hasil positif bahkan 10 hari setelah konsepsi tetapi anda mungkin mau menunggu beberapa hari lagi untuk hasil yang lebih akurat.
Anda harus menghindari segala macam obat-obatan (walaupun dijual bebas dan herbal/terbuat dari bahan alami sekalipun) kecuali jika dianjurkan oleh dokter kandungan anda. Banyak obat-obatan dan suplemen atau makanan yang aman dikonsumsi pada saat anda tidak hamil, dapat berakibat buruk bagi bayi anda sekarang. Beberapa obat flu, sinus dan obat penghilang rasa sakit yang dapat menimbulkan masalah bagi anda dan bayi anda yang sedang tumbuh.
Kehamilan Minggu ke-5
Pada minggu ini anda terlambat datang bulan dan mungkin anda sudah mulai menduga bahwa anda hamil. Jika anda tetap tidak menstruasi sampai beberapa hari setelah test pertama, silahkan lakukan test ulang karena level HCG (Human Chorionic Gonadotropin) meningkat seiring dengan perkembangan kehamilan anda sehingga lebih mudah terdeteksi oleh testpack.
Anda mungkin merasakan kurang nyaman dengan perut anda dan mulai muntah karena serangan ‘morning sickness’. Biasanya ini terjadi pada pagi hari (kadang subuh), tapi ada juga yang mengalaminya sepanjang hari bahkan sampai malam.
Ada satu sisi positif yaitu ada hasil studi baru yang menunjukkan bahwa morning sickness menandakan kehamilan yang sehat. Tetapi jangan khawatir jika anda tidak mengalaminya karena anda termasuk orang yang berutung dari sebagian kecil wanita hamil yang tidak perlu menderita karena gejala kehamilan ini.
Kehamilan Minggu ke-6
Jantung bayi anda mulai berdetak. Satu momen yang paling membahagiakan bagi setiap orang tua. Saat ini bayi sudah berbentuk embrio dengan panjang kurang lebih 1/17 inci. Tingkat pertumbuhan selama minggu ke-6 ini cukup cepat. Tali pusar juga berkembang. Tubuh mungil bayi terbentuk dengan cepat. Mata dan telinga mulai tumbuh. Jantung janin mulai memompa darah ke tubuh mungil ini dan ke sebagian besar organ-organ lain “dalam pembentukan”. Tonjolan kecil terbentuk yang nantinya akan menjadi tangan dan kaki. Rasa mual atau morning sickness biasanya anda alami pada minggu ini. Anda mulai anti dengan beberapa makanan, tapi sekali lagi ini tidak dialami oleh semua wanita hamil karena gejalanya beragam. Jika anda perokok, berhentilah dan jauhi juga minuman beralkohol. Jika anda sedang menjalani satu pengobatan segera konsultasikan dengan dokter anda. Biasanya ini adalah janji pertama anda menemui dokter kandungan, karena sebagian besar dokter kandungan tidak meminta anda kembali untuk check up sebelum minggu ke-6.
Kehamilan Minggu ke-7
Janin bertambah berat dengan pesat. Saat ini ukurannya kurang lebih 1/3 inchi. Otak berkembang, demikian juga mata, nostril, usus, pankreas dan tenggorokan. Tonjolan kecil yang terbentuk pada minggu ke-6 sudah lebih menyerupai tangan dan kaki.
Pada minggu ke-7 ini biasanya adalah minggu terakhir dimana gejala kehamilan terlihat. Biasanya kehamilan anda belum terlihat (kecuali anda menunjukkan kegembiraan anda sebagai calon ibu). Pada tahap ini penurunan berat badan masih normal (karena anda masih sering mual dan muntah). Tunggu aja beberapa minggu berikutnya, berat anda pasti naik dengan pesat. Jika anda masih merasa mual dan muntah, yakinkan anda makan dan minum sesering mungkin karena perut yang kosong akan menambah masalah.
Kehamilan Minggu ke-8
Detak jantung bayi sudah dapat didengar dengan ultrasound. Jari tangan dan kaki mulai berkembang. Wajah mulai terbentuk. Usus mulai membentuk tali pusar. Saat ini ukuran uterus anda kurang lebih sebesar jeruk. Berat badan mungkin bertambah. Jika ini kehamilan kedua, mungkin kehamilan anda sudah terlihat. Otot-otot dan persendian anda tidak sekuat sebelumnya
(mulai mengendur). Mungkin akan ada sedikit masalah denagn kulit anda pada minggu ini tapi jangan khawatir karena ini akan segera normal kembali pada trimester ke-2
Kehamilan Minggu ke-9
Pada minggu ini tulang mulai berkembang. Mata semakin sempurna dan lidah mulai terbentuk. Usus mulai bergeser dari tali pusar menuju daerah perut seiring berkembangnya tubuh bayi. Jari-jari kecil mulai tampak tapi sangat pendek.
Apakah anda sadar anda sudah dua bulan tidak menstruasi? Dada anda akan sedikit lebih ‘penuh’ dan sesitif. Berat badan bertambah terutama di daerah pinggang. Apa anda merasakan mulas atau konstipasi? ini biasa terjadi pada masa kehamilan. Yakinkan anda mengkonsumsi cukup cairan. Dehidrasi cukup sering terjadi karena banyak wanita hamil yang meremehkan meningkatnya kebutuhan tubuh akan cairan.

E. Tanda-tanda bahaya
Tanda-tanda bahaya kehamilan adalah gejala yang menunjukkan bahwa ibu dan bayi dalam keadaan bahaya.( Uswhaya,2009:3)
Menurut Kusmiyati dkk, 2008, kehamilan merupakan hal yang fisiologis. Namun kehamilan yang normal dapat berubah menjadi patologi. Salah satu asuhan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk menapis adanya risiko ini yaitu melakukan pendeteksian dini adanya komplikasi/ penyakit yang mungkin terjadi selama hamil muda.
1) Perdarahan pervaginam
Perdarahan yang terjadi pada masa kehamilan kurang dari 22 minggu. Pada masa kehamilan muda, perdarahan pervaginam yang berhubungan dengan kehamilan dapat berupa: abortus, kehamilan mola, kehamilan ektopik.
Macam–macam perdarahan pervaginam :
Abortus
Abortus adalah penghentian atau pengeluaran hasil konsepsi pada kehamilan 16 minggu atau sebelum plasenta selesai.
Macam–macam abortus
• Abortus spontan adalah abortus yang terjadi secara alamiah tanpa interval luar (buatan) untuk mengakhiri kehamilan tersebut. Penanganannya: lakukan penilaian awal untuk segera menentukan kondisi pasien (gawat darurat, komplikasi berat, atau masih cukup stabil), segera upayakan stabilisasi pasien sebelum melakukan tindakan lanjutan (evaluasi medik atau merujuk), temukan dan hentikan dengan segera sumber perdarahan, lakukan pemantauan ketat tentang kondisi pasca tindakan dan perkembangan lanjutan. (Sarwono, 2001: 145)
• Abortus provokatus (induced abortion) adalah abortus yang disengaja, baik dengan memakai obat–obatan mau pun alat–alat.
• Abortus medisinalis adalah abortus karena tindakan kita sendiri, dengan alasan bila kehamilan dilanjutkan, dapat membahayakan jiwa ibu (berdasarkan indikasi medis) biasanya perlu mendapat persetujuan 2 sampai 3 tim dokter ahli.
• Abortus kriminalis adalah abortus yang terjadi oleh karena tindakan–tindakan yang tidak legal atau tidak berdasarkan indikasi medis.
• Abortus inkompletus (keguguran bersisa) adalah hanya sebagian dari hasil konsepsi yang dikeluarkan, yang tertinggal adalah desidua atau plasenta. Penanganannya: bila ada tanda–tanda syok maka atasi dulu dengan pemberian cairan dan tranfusi darah. Kemudian keluarkan jaringan secepat mungkin dengan metode digital dan kuretase. Setelah itu beri obat–obat uterotonika dan antibiotika.
• Abortus insipiens (keguguran sedang berlangsung) adalah: abortus yang sedang berlangsung, dengan ostium sudah terbuka dan ketuban yang teraba kehamilan tidak dapat dipertahankan lagi. Penanganannya: bila ada tanda–tanda syok maka atasi dulu dengan pemberian cairan dan tranfusi darah. Kemudian keluarkan jaringan secepat mungkin dengan metode digital dan kuretase. Setelah itu beri obat–obat uterotonika dan antibiotika.
• Abortus imminens (keguguran membakat) adalah keguguran membakat dan akan terjadi. Dalam hal ini keluarnya fetus masih dapat dicegah dengan memberikan obat–obat hormonal dan anti spasmodika serta istirahat. Penanganan: tidak perlu pengobatan khusus atau tirah baring total, jangan melakukan aktivitas fisik berlebihan atau hubungan seksual, jika: perdarahan berhenti lakukan asuhan antenatal seperti biasa. Lakukan penilaian jika perdarahan terjadi lagi.Perdarahan terus berlangsung nilai kondisi janin (uji kehamilan atau USG) lakukan konfirmasi kemungkinan adanya penyebab lain.
• Missed abortion adalah keadaan dimana janin sudah mati, tetapi tetap berada dalam rahim dan tidak dikeluarkan selama 2 bulan atau lebih. Penanganan: berikan obat dengan maksud agar terjadi his sehingga fetus dan desidua dapat dikeluarkan, kalau tidak berhasil lakukan dilatasi dan kuretase. Hendaknya juga diberikan uterotonika dan antibiotika.(Mohctar, 1998 : 211–212)
Mola Hidatidosa
Pada trimester I gambaran mola hidatidosa tidak spesifik, sehingga sering kali sulit dibedakan dari kehamilan anembrionik, missed abortion, abortus inkompletus, atau mioma uteri.(Sarwono, 2007 : 142)
Penanganan umum: jika diagnosis kehamilan mola telah ditegakkan, lakukan evaluasi uterus, segera lakukan evakuasi jaringan mola dan sementara proses evakuasi berlangsung berikan infus 10 unit oksitosin dalam 500 ml cairan IV (NaCl atau Ringer Laktat) dengan kecepatan 40-60 tetes per menit (sebagai tindakan preventif terhadap perdarahan hebat dan efektifitas kontraksi terhadap pengosongan uterus secara cepat).(Saifudin,2002:17)

2. Mual Muntah Berlebihan
Mual (nausea) dan muntah (emesis gravidarum) adalah gejala yang wajar dan sering kedapatan pada kehamilan trimester I. Mual biasa terjadi pada pagi hari, tetapi dapat pula timbul setiap saat dan malam hari. Gejala–gejala ini kurang lebih terjadi 6 minggu setelah hari pertama haid terakhir dan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu.
Mual dan muntah terjadi pada 60-80 % primigravida dan 40-60 % multigravida. Satu diantara seribu kehamilan, gejala–gejala ini menjadi lebih berat. Perasaan mual ini disebabkan oleh karena meningkatnya kadar hormon estrogen dan HCG dalam serum. Pengaruh fisiologik kenaikan hormon ini belum jelas, mungkin karena sistem saraf pusat atau pengosongan lambung yang berkurang. Pada umumnya wanita dapat menyesuaikan dengan keadaan ini, meskipun demikian gejala mual muntah yang berat dapat berlangsung sampai 4 bulan. Pekerjaan sehari-hari menjadi terganggu dan keadaan umum menjadi buruk. Keadaan inilah disebut hiperemisis gravidarum. Keluhan gejala dan perubahan fisiologis menentukan berat ringanya penyakit.(Sarwono, 2005: 275)

F. Komplikasi
Jika muntah terus menerus bisa terjadi kerusakan hati. Komplikasi lainya adalah perdarahan pada retina yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah ketika penderita muntah. (Rochjati, 2003:2)
1. Sakit Kepala Yang Hebat
Sakit kepala yang bisa terjadi selama kehamilan, dan sering kali merupakan ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan. Sakit kepala yang menunjukan suatu masalah serius dalam kehamilan adalah sakit kepala yang hebat, menetap dan tidak hilang dengan beristirahat. Terkadang sakit kepala yang hebat tersebut, ibu mungkin menemukan bahwa penglihatanya menjadi kabur atau terbayang. Hal ini merupakan gejala dari pre-eklamsia dan jika tidak diatasi dapat menyebabkan kejang maternal, stroke, koagulopati dan kematian. (Uswhaaya, 2009: 4-5)
Komplikasi
Nyeri kepala pada masa hamil dapat merupakan gejala pre-eklampsia, suatu penyakit yang terjadi hanya pada wanita hamil, dan jika tidak diatasi dapat menyebabkan kejang maternal, stroke, koagulopati dan kematian.(Irma, 2002:4)

2. Penglihatan Kabur
Penglihatan menjadi kabur atau berbayang dapat disebabkan oleh sakit kepala yang hebat, sehingga terjadi oedema pada otak dan meningkatkan resistensi otak yang mempengaruhi sistem saraf pusat, yang dapat menimbulkan kelainan serebral (nyeri kepala, kejang), dan gangguan penglihatan.
Perubahan penglihatan atau pandangan kabur, dapat menjadi tanda pre-eklampsia. Masalah visual yang mengidentifikasikan keadaan yang mengancam jiwa adalah perubahan visual yang mendadak, misalnya penglihatan kabur atau berbayang, melihat bintik-bintik (spot), berkunang-kunang.
Selain itu adanya skotama, diplopia dan ambiliopia merupakan tanda-tanda yang menujukkan adanya pre-eklampsia berat yang mengarah pada eklampsia. Hal ini disebabkan adanya perubahan peredaran darah dalam pusat penglihatan di korteks cerebri atau didalam retina (oedema retina dan spasme pembuluh darah). (Uswhaaja, 2009: 5)
Komplikasi
Komplikasi yang ditimbulkan antala lain kejang dan eklamsia

3. Bengkak Pada Wajah, Kaki dan Tangan
Oedema ialah penimbunan cairan yang berlebih dalam jaringan tubuh, dan dapat diketahui dari kenaikan berat badan serta pembengkakan kaki, jari tangan dan muka. Oedema pretibial yang ringan sering ditemukan pada kehamilan biasa, sehingga tidak seberapa berarti untuk penentuan diagnosis pre-eklampsia. Hampir separuh dari ibu-ibu akan mengalami bengkak yang normal pada kaki yang biasanya hilang setelah beristirahat atau meninggikan kaki. Oedema yang mengkhawatirkan ialah oedema yang muncul mendadak dan cenderung meluas. Oedema biasa menjadi menunjukkan adanya masalah serius dengan tanda-tanda antara lain: jika muncul pada muka dan tangan, bengkak tidak hilang setelah beristirahat, bengkak disertai dengan keluhan fisik lainnya, seperti: sakit kepala yang hebat, pandangan mata kabur dll. Hal ini dapat merupakan pertanda anemia, gagal jantung atau pre-eklampsia.
(Uswhaaja, 2009: 5-6)
Komplikasi
Kondisi ibu disebabkan oleh kehamilan disebut dengan keracunan kehamilan dengan tanda–tanda oedema (pembengkakan) terutama tampak pada tungkai dan muka, tekanan darah tinggi dan dalam air seni terdapat zat putih telur pada pemeriksaan urin dan laboratorium. (Rochjati, 2003:2)

3. Gerakan Janin Berkurang
Ibu tidak merasakan gerakan janin sesudah kehamilan 22 minggu atau selama persalinan.
Komplikasi
Komplikasi yang timbul adalah IUFD dan featal distress

4. Nyeri Perut Yang Hebat
Nyeri perut pada kehamilan 22 minggu atau kurang. Hal ini mungkin gejala utama pada kehamilan ektopik atau abortus. (Saifuddin, 2002: 98)
Komplikasi
Komplikasi yang dapat timbul pada nyeri perut yang hebat antara lain: kehamilan ektopik; pre-eklampsia; persalinan prematur; solusio plasenta; abortus; ruptur uteri imminens (Irma,2008:7)

5. Kejang
Pada umumnya kejang didahului oleh makin memburuknya keadaan dan terjadinya gejala–gejala sakit kepala, mual, nyeri ulu hati sehingga muntah. Bila semakin berat, penglihatan semakin kabur, kesadaran menurun kemudian kejang. Kejang dalam kehamilan dapat merupakan gejala dari eklamsia
Komplikasi
Komplikasi yang dapat timbul antara lain: syok, eklamsia, hipertensi, proteinuria (Saifuddin, 2002:34)

6. Demam Tinggi
Ibu hamil menderita deman dengan suhu tubuh lebih 38° C dalam kehamilan merupakan suatu masalah. Demam tinggi dapat merupakan gejala adanya infeksi dalam kehamilan.
Komplikasi
Komplikasi yang ditimbulkan akibat mengalami demam tinggi antara lain: sistitis (infeksi kandung kencing), pielonefritis Akut (infeksi saluran kemih atas). (Saifuddin, 2002:86)

7. Selaput Kelopak Mata Pucat
Anemia adalah masalah medis yang umum terjadi pada banyak wanita hamil. Jumlah sel darah merah dalam keadaan rendah, kuantitas dari sel–sel ini tidak memadai untuk memberikan oksigen yang dibutuhkan oleh bayi.
Anemia sering terjadi pada kehamilan karena volume darah meningkat kira–kira 50% selama kehamilan. Darah terbuat dari cairan dan sel. Cairan tersebut biasanya meningkat lebih cepat daripada sel- selnya. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan hematokrit (volume, jumlah atau persen sel darah merah dalam darah). Penurunan ini dapat mengakibatkan anemia.
Komplikasi
Komplikasi anemia dalam kehamilan memberikan pengaruh langsung terhadap janin sedangkan komplikasi pada kehamilan trimester I yaitu anemia dapat menyebabkan terjadinya missed abortion, kelainan kongenital, abortus/ keguguran. (Ayurai, 2009: 4).



























Bab III
PEMBAHASAN

I. KASUS
Ibu Wati umur 30 tahun dating ke tempat anda bekerja di poliklinik maternitas. Ibu Wati mengeluh terlambat dating menstruasi. Kepala pusing, mual – muntah sudah dua bulan yang lalu. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik didapatkan data HPHT 20 januari 2010, TD 90/60 mmHg, muka pucat. Kemudian anda melakukan tes urin untuk memastukan kehamilan. Hasil HCG positif hamil.

II. ASUHAN KEPERWATAN
A. Pengkajian
Data Subjektif :
1) Terlambat datang menstruasi.
2) Kepala pusing,
3) Mual – muntah sudah dua bulan yang lalu
Data Objektif :
1) HPHT 20 januari 2010,
2) TD 90/60 mmHg,
3) Muka pucat.
4) Hasil tes HCG positif hamil.

B. Diagnosa Keperwatan
1. Ds : Mual – muntah sudah dua bulan yang lalu
Do : TD 90/60 mmHg,
Muka pucat.
P : Anoreksia
E : Risiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Dx : Risiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d Anoreksia

2. Ds : Kepala pusing
Do : TD 90/60 mmHg,
Muka pucat.
P : Perubahan fisik dan pengaruh hormonal
E : Ketidaknyamanan
Dx : Ketidaknyamanan b.d perubahan fisik dan pengaruh hormonal


C. Intervensi
Dx Intervensi rasional
Risiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh • Tentukan keadekuatan kebiasaan asupan nutrisi dulu / sekarang. Perhatikan kondisi rambut dan kulit
• Dapatkan riwayat kesehatan. ( catat usia khususnya kurang dari 17 th -, lebih 32 th )

• Pastikan tingkat pengetahuan tentang kebuthan diet.
• Berikan informasi tertulis / verbal yang tepat tentang diet prenatal dan suplemen vitamin.
• Evaluasi/ motivasi sikap dengan mendegar dan meminta umpan balik tentang informasi yang telah diberikan

• Tanyakan keyakinan berkenaan dengan diet sesuai budaya dan hal –ahal yang tabu selama kehamilan
• Perhatikan adanya pika / mengidam




• Timbang berat badan klien

• Tinaju ulang frekuensi dan beratnya mal muntah.

• Pantau kadar Hb / Ht



• Tes urine terhadap aseton, albumin, dan glukosa.
• Ukur pembesaran uterus • Kesejahteraan janian / ibu tergantung pada nutrisi ibu selama kehamilan .

• Remaja cenderung mal nutrisi / anemia dan klien lansia cenderung obesitas/ DM
• Menentukan kebtuhan belajar khusus.
• Meningkatkan kemingkinan klien memilih diet seimbang

• Bila klien tidak termotivas untuk memperbaikai diet, evaluasi lanjut atau intervensi lain yang mungkin dapat di indikasikan.
• Dapat menunjukkan motivasi untuk mengkiti anjuran pemberi yankes.

• Memakan buah bukan makanan pada kehamilan mungkin di dasarkan pada kebutuhan, psikologis, budaya, respon thd lapar, dll
• Untuk memantau +/- berat badan ibu hamil.
• Mual muntah dapat berdampak negatis pada status pranatal
• Mengidentifikasi adanya anemia dan potensial penurunan kapasitas pembawa oksigen ibu.
• Untuk menetapkan data dasar
• Malnutrisi ibu berefek negatif pada pertumbuhan janin.
Ketidaknyamanan b.d perubahan fisik dan pengaruh hormonal. • Catat adanya ketidaknyamanan selama pemerksaan internal.


• Anjurkan penggunakan bra penyokong.

• Tekankan pentingnya menghindari manipulsi putting berlebihan

• Intruksikan penggunaan tekhnik Hoffman untuk putting yang msuk, datar atau anjutkan penggunaan tutup plastic yang keras.

• Kaji adanya hemoroid ( perhatikan keluhan-keluhan galat, bengkak, perdarahan )

• Untuk mengatasi kram kaki anjurkan untuk posisi dorso fleksi telapak kaki dengan kaki di ekstensikan serta mengurangi makan keju dan susu.
• Mual muntah : anjurkan meningkatkan asupan karbohidrat saat bangun tidur, makan sedikit tapi sering dan menghindari bau – bau menyengat.
• Hidung tersumbat : anjurkan menggunakan udara yang dilembabkan dan menghindari semprot nasal dan oba yang menghilangkan hidung mampet.
• Tinjau ulang perubahan yang mempengaruhi frekuensi berkemih. • Memberikan informasi untuk memilih inervensi ; pentunjuk terhadap respon neyri klien pada ketidaknyamana dan nyeri.
• Memberikan sokongan yang sesuai untuk jaringan payudara yang membesar.
• Stimulasi putting yang berlebihan dapat memperbesar persalinan pratern.
• Tekhnik hofman dan penggunaan tutup plastik membantu melepaskan perlekatan dan menyebabkan puting yang masuk menjadi lebih tegak
• Penurunan mortalitas gastrointestinal memberi kecenderungan terjadinya hemoroid.
• Meningkatkan suplai darah ke kaki




• Menurukan kemungkinan gangguan gastrik yang dapat disebabkan oleh karena asam hidroklorid pada lambung

• Peningkatan kadar estrogen membuar hidung tersumbat.



• Frekuensi berkemih disebabkan oleh tekanan uterus yang membesar terhadap kandung kemih.

D. Evaluasi
No Dx Evaluasi
1 Risiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh • Klien dapat menjelaskan komponen diet seimbang pranatal
• Klien mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin, mineral, protein dan zat besi
• Klien mengikuti diet yang dianjurkan
• Menunjukkan penambahan berat badan yang sesuai ( minimal 1,5 kg pada akhir trimester I )
2 Ketidaknyamanan b.d perubahan fisik dan pengaruh hormonal. • Klien menerima tanggungjawab untuk menghilangkan ketidaknyamanan
• Klien Melaporkan berhasil / tidaknya penatalaksanaan ketidaknyamanan











Bab IV
PENUTUP

Kesimpulan
Kehamilan adalah masa dimulai dari kontrasepsi sampai janin lahir, lama hamil normal yaitu 280 hari atau 9 bulan 7 hari yang dihitung dari hari pertama haid terakhir.
Kehamilan dibagi menjadi 3 triwulan : (Mochtar, 1998 : 17)
a. Triwulan I antara 0-12 minggu.
b. Triwulan II antara 12-28 minggu.
c. Triwulan III antara 28-40 minggu.





















DAFTAR PUSTAKA

Doengoes, Marilin E. 2001. Rencana Perawatan Maternal Bayi Edisi 2. Jakarta : EGC
Petter, Rubbin. 1999. Peresapan untuk Ibu Hamil. Jakarta : Hipokrates
Tiran, Desine. 1008. Mual dan Muntah Kehamilan. Jakarta : EGC
Prawiroharjo, Sarwono. 1999. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar