Jumat, 05 April 2013

ASUHAN KEBIDANAN (ASKEB) INPARTU



ASUHAN KEBIDANAN
PADA Ny. “L” GI P00000 UK 42 MINGGU KALA 1FASE AKTIF DENGAN SEROTINUS LEBIH DARI 2HARI
DI BPS Ny. “SUHARTINI SUWONO,Amd.Keb
BANDUNG KENCUR
JOMBANG
Disusun Oleh:

NIM : 7209010
PRODI D III KEBIDANAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL’ULUM
JOMBANG
2011









KATA PENGANTAR
Puji syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT atas limpahan Rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan tugas praktek kebidanan ini yang berjudul “ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny. “L” GI P00000 UK 42 MINGGU KALA 1FASE AKTIF DENGAN SEROTINUS LEBIH DARI 2HARI DI BPS Ny. “SUHARTINI SUWONO,Amd.Keb BANDUNG KENCUR JOMBANG
Dalam penyusunan Asuhan kebidanan ini kami menyampaikan terima kasih kepada :
1.      Ibu Sabrina Dwi Prihartini SKM selaku Kaprodi D III Kebidanan.
2.      Ibu Suhartini suwonoAmd.Keb selaku pembimbing praktek di BPS Plosokerep.
3.      Ibu Listriana M.Kes selaku pembimbing akademik DIII Kebidanan.
4.      Orang tua serta keluarga yang telah memberikan dukugan kepada kami baik secara langsung maupun tidak.
5.      Teman-taman dan semua pihak yang senantiasa membantu dan memberikan dukungan kepada kami.
Semoga Allah SWT memberikan balasan pahala atas segala amal yang telah diberikan dan semoga makalah ini berguna bagi penulis maupun pihak lain yang membaca.
                                                                                       Jombang,       Mei 2011
                                                                                                     
                                                                                                   Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi dalam usia yang telah cukup bulang kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan / kekuatan sendiri.
Persalinan merupakan kejadian fisiologis, akan tetapi kejadian fisiologis ini dapat menimbulkan komplikasi. Oleh karena itu perlu dilakukan persiapan dan pengawasan yang ketat selama proses persalinan dengan menggunakan partograf sehingga sehingga dapat diketahui secara dini, bila terjadi keadaan yang fisiologis serta dapat mengambil tindakan yang tepat sesuai dengan ibu.
Hal-hal diatas mendasari penulis untuk menyusun asuhan kebidanan di Puskesmas Tembelang, dengan harapan agar seorang ibu yang telah melahirkan secara normal dapat menekan angka kasakitan dan kematian ibu dan bayi.
2.      Tujuan
  1. Tujuan Umum
Diharapkan mahasiswa mampu memberikan Asuhan kebidanan pada ibu bersalin dengan pendekatan.
  1. Tujuan Khusus
Mahasiswa mampu:
1.      Memahami teori tentang persalinan.
2.      Mengkaji data yang menunjang asuhan kebidanan pada ibu bersalin.
3.      Menginterpretasikan data dasar.
4.      Mendiagnosa masalah.
5.      Mengidentifikasi kebutuhan dan tindakan segera.
6.      Mengembangkan intervensi.
7.      Melakukan implementasi.
8.      Mengevaluasi tindakan yang dilakukan.
9.      Mendokumentasikan asuhan kebidanan yang telah dilakukan.

BAB II
TINJAUAN TEORI
A.    Konsep  Dasar Teori Persalinan
I.              Definisi
Ø  Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin + uri) yang dapat hidup dari dalam rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan lain. (Sinopsis Obstetri Jilid I).
Ø  Persalinan adalah proses pembukaan dan menipisnya serviks, dan jalan turun kedalam jalan lahir, kelahrian adalah proses dimana janin dan ketuban didorong keluar melalui jalan lahir. (Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal).
Ø  Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin. (Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal).
II.           Sebab-Sebab Yang Menimbulkan Pesalinan
Apa yang menyebabkan terjadinya persalinan belum diketahui, yang ada hanyalah merupakan teori-teori yang kompleks antara lain ditemukan gfaktor-faktor hormonal, struktur rahim, sirkulasi rahim, pengaruh tekanan pada saraf dan nutrisi.
1.      Teori penurun hormon (progesteron)
1-2 minggu sebelum partus mulai terjadi penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron. Progesteron berperan sebagai penenang otot-otot polos rahim dan akan menyebabkan pembuluh darah sehingga timbul His bila kadar progesteron menurun.
2.      Teori plasenta menjadi tua
Menyebabkan turunnya kadar estrogen dan progesteron akan menimbulkan kontraksi rahim.
3.      Teori Distensi rahim
Rahim yang menjadi besar dan merenggang menyebabkan iskemia otot-otot rahim sehingga mengganggu sirkulasi utero plasenta.
4.      Teori iritasi mekanik
Di belakang servik terdapat ganglion servikale (fleksus frankenhauser). Bila ganglion ini di geser atau di tekan, misalnya oleh kepala janin, akan timbul kontraksi usus.
5.      Induksi partus (induction of labour)
Partus dapat ditimbulkan dengan jalan:
-          Gagang laminaria  :  Beberapa laminaria dimasukkan kedalam kanalis servik alis dengan tujuan merangsang pleksus frankenhauser.
-          Amniotomi            :  Pemecahan ketuban.
-          Oksitosin drip       :  Pemberian oksitosin menurut tetesan per infus.
III.        Tanda-Tanda Permulaan Persalinan
Sebelum terjadi persalinan sebenarnya beberapa minggu sebelumnya wanita memasuki ”bulannya”, ”minggunya” atau ”harinya” yang disebut kala pendahuluan (Preparatory Stage Of Labour) pada kala ini memberikan tanda-tanda sebagai berikut :
1.      Lightening atau setting atau dropping yaitu turun kepala memasuki pintu atas panggul pada primigravida. Pada multigravita tidak begitu terlihat.
2.      Perut kelihatan lebih melebar, fundus uteri menurun.
3.      Perasaan sering atau susah kencing (Polakisuna) karena kandung kemih tertekan oleh bagian bawah janin.
4.      Perasaan sakit diperut dan di pinggang oleh adanya kontraksi-kontraksi lemah dari uterus, kadang-kadang disebut ”False Labour Pains”.
IV.        Tanda-Tanda Inpartu
a.       Rasa sakit oleh adanya His yang datang lebih kuat, sering dan teratur.
b.      Keluar lendir bercampur darah (show) yang lebih banyak karena robekan-robekan kecil pada serviks.
c.       Kadang-kadang pecah dengan sendirinya.
d.      Pada pemeriksaan dalam, serviks mendatar dan pembukaan telah ada.
Seperti telah dikemukakan terdahulu, faktor-faktor yang berperan dalam persalinan adalah:
1.      Kekuatan yang mendorong janin keluar (power).
His (kontraksi uterus).
Kontraksi otot-otot dinding perut.
Kontraksi diafragma.
Ligamentus terutama ligamentum rotundum.
2.      Faktor janin (passanger).

3.      Faktor jalan lahir (passage).
Pada waktu partus akan terjadi perubahan-perubahan pada uterus, serviks, vagina dan dasar panggul.
V.           Kala Persalinan
Dalam proses persalinan terdiri dari 4 kala yaitu:
Kala     I     :  Waktu untuk membuka serviks sampai menjadi pembukaan lengkap 10 cm.
Kala     II   :  Kala pengeluaran janin, waktu uterus dengan kekuatan harus ditambah mendorong janin keluar hingga lahir.
Kala     III  :  Waktu untuk pelepasan dan pengeluaran uri.
Kala     IV  :  Mulai dari lahirnya uri sampai 1-2 jam.
a.       Kala I (Pembukaan)
Partus mulai (inpartu) di tandai dengan keluarnya lendir bercampur darah (bloody show) karena serviks mulai membuka (dilatasi) dan mendatar (effacement).
Darah berasal dari pecahnya pembuluh darah kapiler sekitar kanalis servikalis karena pergeseran ketika serviks mendatar dan terbuka.
Kala pembukaan dibagi menjadi 2 fase yaitu :
1.      Fase Laten    :  Dimana pembukaan serviks berlangsung lambat, sampai pembukaan 3 cm berlangsung dalam 7-8 cm.
2.      Fase Aktif    :  Berlangsung 6 jam dan dibagi atas 3 subfase:
·         Periode akselerasi     :  Berlangsung 2 jam pembukaan menjadi 4 cm.
·         Periode dilatasi maksimal (steady) : Selama 2 jam pembukaan berlangsung cepat menjadi 9 cm.
·         Periode deselerasi    :  Berlangsung lambat dalam waktu 2 jam pembukaan jadi 10 cm atau lengkap.
b.      Kala II (Kala pengeluaran janin)
Pada kala pengeluaran janin ini, His terkoordinir, kuat, cepat dan lebih lama kira-kira 2-3 menit sekali. Kepala janin telah turun masuk ruang panggul sehingga terjadilah tekanan pada otot-otot dasar panggul yang secara reflektoris menimbulkan rasa mengejan. Karena tekanan pada rektum, ibu seperti mau buang air besar dengan tanda anus terbuka. Pada waktu his, kepala janin mulai kelihatan, vulva membuka dan puerineum meregang. Dengan His mengedan yang terpimpin akan lahirlah kepala, diikuti oleh seluruh badan janin. Kala II pada primi : 1½-2 jam sedang pada multi ½ –1 jam.
c.       Kala III (Kala pengeluaran uri)
Setelah bayi lahir, kontraksi rahim istirahat sebentar. Uterus teraba keras denga fundus uteri setinggi pusat, dan berisi plasenta yang menjadi tebal 2 x sebelumnya. Beberapa saat kemudian timbul his pelepasan dan pengeluaran uri. Dalam waktu 5-1 menit seluruh plasenta lepas terdorong ke dalam vagina dan akan lahir spontan atau dengan sedikit dorongan dari atas simpisis atau fundus uteri. Seluruh proses biasanya berlangsung 5-30 menit setelah bayi lahir. Pengeluaran plasenta dengan pengeluaran darah kira-kira 100-200cc.
d.      Kala IV
Yaitu kala pengawasan selama 1 jam setelah bayi dan uri lahir untuk mengamati keadaan ibu terutama terhadap pendarahan post partum.
Lamanya persalinan pada primi dan multi adalah :
                                             Primi                            Multi
Kala I                                   13 jam                         7 jam
Kala II                                  1 jam                           ½ jam
Kala III                                ½ jam                          ¼ jam

KONSEP DASAR ASUHAN KEBIDANAN
I.             Pengkajian data
A.    Data Subyektif adalah data dari hasil wawancara dengan pasien dan keluarganya.
1.      Biodata
Ditanyakan nama, umur, digunakan untuk menggolongkan termasuk kehamilan beresiko atau tidak, pendidikan, pekerjaan, dan alamat untuk mengetahui latar belakang pendidikan dan pengetahuan ibu, sehingga dapat merencanakan asuhan kebidanan yang sesuai dengan kondisi ibu.
2.      Alasan datang
Untuk mengetahui alasan ibu datang ke puskesmas yaitu ibu merasa akan melahirkan.
3.      Keluhan utama
Untuk mengetahui keluhan ibu akibat pembukaan serviks, ada kontraksi/keluar darah dari vagina atau tidak, ketuban pecah/tidak.
4.      Riwayat kesehatan yang lalu
Untuk mengetahui ada/tidaknya penyakit menular, panyakit kronis, penyakit keturunan dan juga apakah ibu pernah operasi
5.      Riwayat kesehatan sekarang
Untuk mengetahui ada/tidaknya penyakit yang diderita ibu saat ini.
6.      Riwayat kesehatan keluarga
Untuk mengetahui ada/tidaknya penyakit apa yang diderita keluarga, penyakit menular, kronis, dan penyakit menurun.
7.      Riwayat haid
Perlu dikaji tentang amenorhea, menarchea, siklus haid, lamanya, banyaknya, keluhan saat haid, untuk mengetahui HPHT untuk mengetahui perkiraan usia kehamilan dan taksiran persalinan.
8.      Riwayat perkawinan
Untuk mengetahui berapa kali menikah, berapa lamanya, serta pertama kali menikah.
9.      Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu dan KB
Dapat memberikan petunjuk perawatan kehamilan saat ini dan persalinan nifas selanjutnya (berapa kali hamil, anak lahir hidup/mati, persalinan tepat/tidak, dengan tndakan atau tidak BB/PB). Keadaan nifas yang lalu (menyusui tidak) serta KB yang diikuti ibu setelah melahirkan.

10.  Riwayat kehamilan sekarang dan rencana KB yang akan datang.
Untuk mengetahui apa saja yang pernah ibu peroleh selama ANC, keluhan saat hamil sekarang dan kapan merasakan gerakan anak, serta untuk mengetahui rencana KB yang diikuti lalu setelah kelahiran anaknya.
11.  Pola kebiasaan sehari-hari
Meliputi : pola nutrisi, eliminasi, istirahat aktifitas dan olahraga, kebersihan diri, pola kebiasaan selama hamil yang mungkin merugikan kesehatan.
12.  Keadaan Psikososial, Spiritual dan Budaya
a.       Psikososial    :  Untuk mengetahui penerimaan ibu dan keluarga terhadap kehamilan ini.
b.      Spiritual        :  Untuk mengetahui agama yang dianut dan apakah ibu taat beribadah.
c.       Budaya         :  Untuk mengetahui kebiasaan ibu dan keluarga bila sakit berobat ke tenaga kesehatan atau tidak, pantang makan tertentu/tidak.
B.     Data Obyektif : adalah data dari hasil pemeriksaan tenaga kesehatan
1.      Pemeriksaan
a.       Keadaan Umum
b.      Kesadaran
c.       Tanda-tanda vital  :  ·    Tekanan darah    :  110/60-130/90 mmHg
·         Nadi                   :  80-100 x/menit
·         Suhu                   :  36-37,5 0C
·         Pernafasan          :  16-24 x/menit
d.      Tinggi badan         :  > 145 cm
e.       BB sebelum hamil :        kg
f.       BB selama hamil   :        kg
g.      Lila 23,5                :        kg
h.      Tafsiran persalinan:        cm
2.      Pemeriksaan Fisik
a.       Inspeksi
·         Rambut    : Bersih/tidak, rontok/tidak, kulit kepala bersih/tidak, mudah dicabut atau tidak.
·         Muka        : Pucat/tidak, oedem/tidak, terdapat chloasma gravidarum/tidak.
·         Mata         : Simetris atau tidak, bersih/tidak, sklera kuning/tidak, conjungtiva pucat/tidak.
·         Telinga      : Simetris/tidak, bersih/tidak, fungsi pendengaran baik/tidak.
·         Leher        : Ada pembesaran kelenjar tyroid/tidak ada bendungan jugularis/tidak.
·         Dada        : Retraksi intercosta/tidak, payudara simetris/tidak, puting susu menonjol atau tidak, hiperprgmentasi areola mammae/tidak, bersih/tidak, pembesaran areola mamae normal/tidak.
·         Perut         : Ada bekas operasi/tidak, ada striae /tidak
·         Genetalia  : bersih/tidak, varises/tidak, odema/tidak, ada bekas jahitan/tidak
·         Ekstremi   : Oedem/tidak, Varieses/tidak.
b.      Palpasi
·         Leher        : Adakah pembesaran kelenjar tyroid, bendungan vena jugularis.
·         Payudara  : Adakah benjolan abnormal, colostrum keluar/belum.
·         Perut         : Leopold   I     : TFU bagian yang ada di fundus
Leopold   II   : Punggung kanan/kiri, bagian kecil bayi
Leopold   III  : Bagaikan apa yang terletak paling bawah, sudah masuk PAP/belum
Leopold   IV  : Seberapa masuknya kepala ke PAP
c.       Auskultasi
·         Dada   :  Ronchi (+/-), reles (+/-), whezing (+/-)
·         Perut    :  Peristaltik (+/-) DJJ terdengar di sebelah kanan/kiri, frekuensi DJJ 120-60 x/menit
d.      Perkusi
·         Reflek patella (+/+ atau -/-)
3.      Pemeriksaan penunjang
a.       Laboratorium (HCG, DL, UL, Gol darah)
Untuk mengetahui adanya penyakit yang menyertai misalnya : kencing manis.
b.      USG, Rontgen
4.      Pemeriksaan dalam (vagina tusal)
a.       Vulva/vagina                        :  varises/tidak, oedema/tidak
b.      Pengeluaran pervaginam      :  darah lendir sedikit/banyak
c.       Pembukaan                           :  ......cm
d.      Ketuban                               :  (+/-)
e.       Bagian terdahulu                  :  Kepala/bokong
f.       Bagian terendah                   :  UUK/bokong
II.          Interpretasi Data Dasar
Diagnosa   :  G.......P.......UK......minggu, inpartu, kala....fase...
DS             :  Ibu mengatakan kencing mulai jam .... tanggal.... 2008, sudah/belum mengeluarkan air ketuban.
DO            :  -     Tanggal pemeriksaan   :  ...... jam .......
-          BB/TB                         :  .......kg/cm
-          LILA                           :  ......cm
-          Taksiran persalinan      :  tgl ......
-          Keadaan Umum          :  baik, lemah
-          Tanda-tanda vital        :  Tensi    :  100/60-130/90 mmHg
Nadi    :  80-100 x/menit
Suhu    :  36-37,5 0C
RR       :  16-24 x/menit
-            TFU jari bawah Px, punggung kanan/kiri, letak kepala/ bokong/lintang, sudah masuk PAP/belum, seberapa bagian.
-            DJJ didengar di sebelah mana, frekuensi 120-160 x/menit
III.       Identifikasi Masalah dan Diagnosa Potensial
Untuk mengetahui keadaan dan komplikasi yang terjadi pada saat persalinan
IV.       Kolaborasi dan Tindakan Segera
Untuk mengetahui kebutuhan segera dan tindakan apa yang tepat dilakukan
V.          Intervensi
Pda langkah ini direncanakan asuhan yang menyeluruh ditentukan oleh langkah-langkah sebelumnya. Langkah ini merupakan menejemen terhadap diagnosa/masalah yang telah didefinisikan atau diantisipasi, pada langkah ini informasi atau data dasar yang tidak lengkap dapat dilengkapi.
VI.       Implementasi
Pada langkah ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah diuraikan pda langkah lima dilaksanakan secara rutn dan aman.
VII.    Evaluasi
Pada langkah ini dilakukan evaluasi keefektifan dan usaha yang sudah, meliputi keutuhan akan bantuan apakah benar-benar terpenuhi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar