Selasa, 19 Februari 2013

Asuhan Kebidanan Gangguan Reproduksi Pada Nn. S Umur 15 Tahun Dengan Disminore Primer di RSUD SURAKARTA


 


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Pada istilah kedokteran,dismenorhea berari menstruasi yang menimbulkan nyeri. Hal yang paling sering menimpa kebanyakan perempuan. Bahkan perkiraan perempuan di Amerika kehilangan 1,7 juta hari kerja setiap bulan akibat dismenorhea. Tidak ada angka pasti mengenai jumlah penderita haid di indonesia. Namun di Surabaya didapatkan 1,07 % hingga 1,31 % dari jumlah penderita yang datang ke bagian kebidanan. Rasa nyeri dalam haid dipengaruhi oleh usia penderita, status sosial, pekerjaan, dan jumlah anak yang dipengaruhi.
Dismminorea primer terjadi jika tidak ada penyakit organic biasanya dari enam bulan sampai tahun kedua setelah menarche ( menstruasi pertama kali didapatkan perempuan, biasanya perempuan indonesia pada usia 12-14 tahun. Tapi seiring kemajuan jaman usia itu semakin dini saja ). Dismenorea ini sering hilang pada usia 25 tahun atau setelah perempuan hamil atau melahirkan normal.
Dismenorea atau nyeri haid adalah suatu nyeri haid yang demikian hebatnya, sehingga membuat penderita harus beristirahat cukup, bahkan kadang harus memaksa untuk meningalkan pekerjaan sehari-hari. Hal itu yang merupakan suatu gejala yang menyebabkan wanita muda sering pergi kedokter. Namun demikian, gejala ini bersifat kadang pula berupa nyeri yang sanggat hebat, meskipun frekuensi dismenorea cukup tinggi sudah lama terjadi pada wanita, namun sampai sekarang patogenesisnya belum dapat diperankan dengan baik. Sebagai bidan upaya yang dilakukan dengan meningkatkan preventif dan kkuratif dengan cara banyak makan-makanan bergizi, berolah raga, berfikir positif, minum air hangat dll. ( Winkjosastro, H. 2002 )
Dari uraian diatas penulis tertarik mengambil kasus dengan judul “Asuhan Kebidanan Gangguan Reproduksi Pada Nn. S Umur 15 Tahun Dengan Disminore Primer di RSUD SURAKARTA.
1.2  Tujuan
1.2.1        Tujuan Umum
Memperloeh pengalaman nyata dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada Nn. S umur 15 tahun dengan gangguan sistem reproduksi disminorea menggunakan pendekatan tujuh langkah varney secara komprehensif.
1.2.2        Tujuan Khusus
1.2.2.1  Dapat melakukan pengkajian data pada Nn. S dengan dismenorhea Primer di RSUD Surakarta.
1.2.2.2  Dapat melakukan interpretasi data pada Nn. S dengan dismenorhea Primer di RSUD Surakarta.
1.2.2.3  Dapat merumuskan diagnosa potensial dan antisipasi pada Nn. S dengan dismenorhea Primer di RSUD Surakarta.
1.2.2.4  Dapat melaksanakan tindakan segera pada Nn. S dengan dismenorhea Primer di RSUD Surakarta.
1.2.2.5  Dapat membuat rencana tindakan pada Nn. S dengan dismenorhea Primer di RSUD Surakarta.
1.2.2.6  Dapat membuat implementasi data pada Nn. S dengan dismenorhea Primer di RSUD Surakarta.
1.2.2.7  Dapat membuat evaluasi  pada Nn. S dengan dismenorhea Primer di RSUD Surakarta.

BAB II
TINJAUN TEORI
A.      Definisi
Dismenorea adalah rasa nyeri haid dan sakit menjelang dan saat menstruasi di daerah perut bawah pinggang sedemikian rupa sehingga dapat menganggu aktivitas sehari - hari. ( Taber.1994 : 75 )
B.       Klasifikasi
1.    Dismenorea spasmodik primer
Merupakan kesatuan klinik dangan tanda-tanda khas sebagai berikut :
a.         Dismenorea pertama tampak 6-24 bulan susudah menarche
b.        Nyeri dirasakan pada hari pertama haid periode menstruasi
c.         Nyeri berakhir dalam beberapa jam dan jarang dijumpai melampaui 48 jam
d.        Nyeri tersebut sanggat berat dan tertahankan
e.         Nyeri terasa pada abdoment bagian bawah
f.         Nyeri tersebar kelubang sepanjang paha
g.        Dapat disertai pusing, lemah, mual dan muntah
h.        Diagnosa dapat terlihat pada pemeriksaan pelvis. Nyeri dapat hilang dengan terapi hormon siklik
2.    Dismenorea spasmodic sekunder
Adanya suatu mioma uteri submukosa yang kemudian menjadi polip yang fibroid. Sebelum uterus berhasil melepaskan mioma tersebuut area permukaan yang menjadi sumber perdarahan sudah demikian luas. Maka dismenorea didahului dengan menometroragia untuk benerapa bulan atau beberapa tahun. Sesudah polip itu menonjol ( protude ) kedalam vaginadismenorea akan disertai pengeluaran darah dari vagina yang tidak teratur. Kontrasepsi spiral dapat pula menimbulakna dismenorea. Biasanya cukup berat dan terjadi pada periode menstruasi pertama atau kedua setelah pemasangan spiral.
Spiral harus diangkat jika menimbulakan gejala tersebut.  Menorhea dengan passase bekuan darah. Biasanya dismenorea dirasakan sebelum bekuan darah dikeluarkan.
Dismenorea membran sub mukosa ini jarang ditemukan. Dalam hal ini endometrium terlepas dalam potongan potongan yang besar. Pengeluaran disartai dengan kholik yang berat.
3.    Dismenorea Kongestif
Adalah gejala kongestif pelvis yang disebabkan oleh penyakit laktis genetalia, ( misalnya : alfingo ouportis, mioma ateri endometrium ) akuolesi ekstra uteri ( misalnya : divertikulitis seluli pelvis dan verikokel ligamentum besar ) dismenorea tersebut mempunyai tanda-tanda sebagai berikut :
a.       dismenorea tampak beberapa tahun setelah menarhea
b.       nyeri biasany a timbul 2-3 bulan atau  4 hari sebelum menstruasi.
c.       Intensisitas nyeri berbeda dari pasien dengan pasien lainnya
d.      Nyeri teraba bagian bagian bawah kadang-kadang lebih berat pada satu sisi
e.       Nyeri dapat juga dirasakan belakangan
f.        Gejala lain yang dapat menyertai adalah menoragia, polimenorhea, dan tenesmus.
4.    Dismenorea obstruktif
Ini merupakan gejala heiatukolpus atau hematumelva ( dapat merupakan kelainan congenital ) dismenorea mempunyai tanda-tanda :
a.    dismenorea karena kelainan congenital yang akan berlangsung pada saat atau segera sesudah menarche.
b.   Nyeri biasanya dimulai pada hari ke 3 dan ke 4 menstruasi.
c.    Nyeri bioasanya menetap sampai 3 hari berikutnya atau 4-5 hari sesudah menstruasi.
d.      Nyeri bersifat spamodik
e.       Nyeri sanggat berat dirassakan.
f.        Nyeri bersifat unilateral kalau hanya doktus muller yang terkena.
g.       Pada kasus hemanometra, nyeri akan menyebar satu atau dua belah paha.
h.       Gejala tambahan tergantung lokalisasi lesi sesunguhnya.
C.      Penanganan
1.   Banyak minum air putih
2.   Mengurangi rasa nyeri dengan cara mengompres hangat pada perut bagian bawah
3.   Massase searah jarum jam
4.   Istirahat tirah baring
D.      Pengobatan
1.        Dismenorhea Primer
a.      Konseling (psikotherapi)
b.      Inhibitas atau prostaglandin (aspirin, betazondin, iondazin, postarardnox)
2.        Dismenorhea Sekunder
a.      Terapi sesuai penyebabnya.

BAB III
TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEBIDANAN GANGGUAN REPRODUKSI
PADA Nn. S UMUR 15 TAHUN DENGAN DISMINORE PRIMER
DI RSUD SURAKARTA
Tanggal/jam     : 12 Juni  2012/09.15 WIB
Tempat            : RSUD SURAKARTA / Poli KIA
I.                   PENGKAJIAN
Tanggal/Jam    : 12 Juni 2012/ 09.25 WIB.
A.    Data Subyektif
1.      Identitas Pasien                                   Penanggungjawab
Nama               : Nn. S                         Nama               : Ny. T
Umur               : 15 tahun                    Umur               : 35 tahun
Suku/bangsa    : Jawa/Indonesia         Agama             : Islam
Agama             : Islam                         Pekerjaan         : IRT
Pekerjaan         : pelajar                        Pendidikan      : SMA
Alamat             : Pucang Sawit RT 5 RW 10 Jebres, Surakarta
2.      Alasan masuk :
Nn. S mengatakan ini  haid hari pertama dan merasa nyeri perut bagian bawah dan sakit.
3.      Riwayat mestruasi
-          Menarchea             : 13 tahun
-          Lama                     : 6-7 hari
-          Jumlah                   : 3-4x ganti pembalut/hari
-          Siklus                     : 28 hari
-          Teratur/tidak          : teratur
-          Keluhan                 : nyeri perut bagian bawah dan sakit saat haid pertama
4.      Riwayat perkawinan dan Riwayat KB
Nn. S mengatakan belum menikah dan belum pernah menggunakan alat kontrasepsi
5.      Riwayat kesehatan
a.                   Riwayat kesehatan sekarang
·      Keluhan utama : Nn. S mengatakan ini hari pertama haid dan merasa nyeri perut bagian bawah dan sakit.
·      Riwayat Penyakit yang diderita : Nn. S mengatakan ini hari pertamanya menstruasi dan perut bagian bawah terasa nyeri mulai sejak pertama kali mendapat menstruasi.
·      Pengobatan yang pernah didapat : Nn. S mengatakan dirinya belum pernah mendapatkan pengobatan apapun
·      Alergi terhadap obat : Nn. S mengatakan tidak pernah alergi pada obat apapun. 
b.                   Riwayat Kesehatan yang lalu
Nn. S mengatakan tidak mempunyai riwayat penyakit menular, menurun dan menahun seperti dada berdebar – debar (jantung),sering makan,minum, dan kencing (DM), sesak nafas (Asma),tekanan darah >140/90 mmHg (Hipertensi). Sakit Kuning (Hepatitis), Kejang sampai keluar busa (Epilepsi)  dan keputihan Gatal – Gatal (PMS).
-Operasi yang pernah dialami : Nn. S mengatakan tidak pernah mengalami operasi apapun.
c.                   Riwayat penyakit keluarga
Nn.S mengatakan dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit menurun, menular, dan menahun dan penyakit yang memerlukan perawatan khusus seperti seperti dada berdebar – debar (jantung),sering makan,minum, dan kencing (DM), sesak nafas (Asma),tekanan darah >140/90 mmHg (Hipertensi). Sakit Kuning (Hepatitis), Kejang sampai keluar busa (Epilepsi)  dan keputihan Gatal – Gatal (PMS).
6.      Pola Pemenuhan Kebutuhan Sehari-hari
Kebutuhan
Sebelum Sakit
Saat Sakit
# Pola Makan
   Frekuensi
   Porsi
   Jenis makanan
   Makanan pantang
   Keluhan
   Merokok
   Minuman keras
   Minum jamu
3x sehari
1 piring
Nasi, lauk,sayur
Tidak ada
Tidak ada
Tidak
Tidak
Tidak
3x sehari
1 piring
Nasi, lauk,sayur
Tidak ada
Tidak ada
Tidak
Tidak
Tidak
# Istirahat
   Lama Tidur
   Keluhan
7-8 jam/hari
Tidak ada
5-6 jam/hari
Tidak ada
# Personal Hygiene
   Mandi
   Keramas
   Sikat Gigi
   Ganti Pakaian
   Keluhan
2xsehari
3x seminggu
2x sehari
2x sehari
Tidak ada
2xsehari
3x seminggu
2x sehari
2x sehari
Tidak ada
# Kehidupan seksual
Tidak melakukan
Tidak melakukan
# Eliminasi
   Frekuensi BAK
   Warna
   Bau
   Keluhan
   Frekuensi BAB
   Warna
   Bau
   Konsistensi
   Keluhan
4-5x sehari
Kuning jernih
Khas
Tidak ada
1x sehari
Kuning kecoklatan
Khas
Lembek
Tidak ada
4-5x sehari
Kuning jernih
Khas
Tidak ada
1x sehari
Kuning kecoklatan
Khas
Lembek
Tidak ada
7.      Data Psikologis
·         Perasaan Klien :
Nn. S mengatakan bahwa dia merasa khawatir dan cemas tentang keadaannya sekarang.
·         Pengetahuan klien tentang gangguan yang di derita saat ini :
Nn. S mengatakan belum mengetahui tentang gangguan yang dideritanya saat ini.
·         Pengetahuan klien tentang Kesehatan Reproduksi:
Nn. S mengatakan sudah mengetahui Kesehatan Reproduksi.
B.     Data Obyektif
1.      Pemeriksaan umum
Ku       : Baik                                       Kesadaran       : CM
VS       : TD     : 110/70 mmHg                         N       : 84x/menit
                          R       : 22x/menit                                S        : 36,7oC

2.      Pemeriksaan wajah
a.       Kepala dan wajah
Rambut      : warna                        : hitam
                  Pertumbuhan   : baik
                  Lesi                 : tidak ada
                  Oedema           : tidak ada
Mata                      : Conjungtiva  : tidak anemis
Secret              : tidak ada
Sclera              : tidak ikhterik
Hidung                  : Keadaan        : Bersih
Polip                : tidak ada
Secret              : tidak ada
Mulut                     :Lidah  : warna kemerahan dan tidak luntur
Gigi     : tidak ada karang gigi dan caries
Gusi     : warna kemerahan dan tidak oedema
Bibir    :warna kemerahan simetris kelembaban baik dan tidak ada pembengkakan
b.      Leher
Bentuk                   : simetris
Kel thyroid            : tidak ada pembengkakan
Kel parotis             : tidak ada pembengkakan
c.       Dada atau payudara
Bentuk                   : simetris
Pengeluaran cairan : tidak ada
Puting susu            : menonjol’
KGB axila             : tidak ada pembesaran
d.      Abdoment
Bekas luka OP       : tidak ada
Palpasi abdoment  : nyeri abdoment bagian bawah
e.       Ekstermitas           
Kuku jari               : tidak pucat
Varises                   : tidak ada
Oedema                 : tidak ada
f.       Genetalia               : adanya pengeluaran haid, warna kemerahan dan tidak ada kelainan anatomis genetalis.
3.      Pemeriksaan dalam dan inspekulo : tidak dilakukan
II.                INTERPRESTSI DATA
Tanggal/jam: 15-06-2010/16.40 wib
Diagnosa  Kebidanan :
Nn. S umur 15 tahun dengan gangguan  reproduksi dismenorea primer
Dasar   :
        S : pasien mengatakan sedang haid hari pertama dan merasakan nyeri pada perut bagian bawah da terasa sakit.
        O : KU    : baik                           Kesadaran       : CM
                        TD       : 110/70 mmHg                         N       : 82x/menit
                        R         : 24X/Menit                               S        : 36,70C
III.             DIAGNOSA POTENSIAL DAN ANTISIPASI
Tidak ada
IV.             TINDAKAN SEGERA
Tidak ada
V.                PERENCANAAN
Tanggal/jam: 12 juni 2012/09.35 WIB
1.      Observasi KU dan VS
2.      Jelaskan pada pasien dan keluarga tentang dismenorea (definisi, tanda  dan gejala, pengobatan)
3.      Anjurkan  pasien untuk minum air putih hangat yang banyak.
4.      Anjurkan pasien untuk istirahat yang cukup.
5.      Ajarkan pada pasien tentang cara mengurangi nyeri.
6.      Berikan terapi pada pasien
7.      Anjurkan pasien untuk kontrol lagi apabila terjadi nyeri hebat.
VI.             IMPLEMENTASI
Tanggal/jam: 12 juni 2012/09.40 WIB
1.      Mengobservasi KU dan VS.
2.      Menjelaskan pada pasien dan keluarga tentang dismenorea
Dismenorhea Primer penyebabnya tidak jelas tetapi yang pasti selalu berhubungan dengan pelepasan sel – sel telur (ovulasi) dan kelenjar indung telur (ovarium) sehingga dianggap berhubungan dengan keseimbangan hormon.
3.      Menganjurkan pasien untuk minum air putih hangat yang banyak (± 8 gelas /hari).
4.      Menganjurkan pasien untuk istirahat yang cukup.
5.      Mengajarkan pada pasien tentang cara mengurangi nyeri:
a.       Mengompres dengan air hangat pada perut bagian bawah.
b.      Melakukan massase pada pinggang.
6.      Memberkan terapi pada pasien
a. Asam mefenamat        3x500 mg selama 2-3 hari
b.Vitamin C                   2x50 mg selama haid berlangsung
c. Fe                                2x500 mg selama haid berlangsung
7.      Menganjurkan pasien kontrol lagi apabila terjadi nyeri hebat.
VII.          EVALUASI
Tanggal/jam: 12 juni 2012/09.55 WIB
1. KU  : sedang                                   Kesadaran      :CM
    VS   : T        : 110/70 mmHg                       S          : 36,70C
  N       : 82x/menit                              R         : 24x/menit
2.   Pasien dan keluarganya mengerti tentang dismenorea
3.   Pasien bersedia untuk banyak minum air putih
4.   Pasien bersedia istirahat cukup.
5.   Pasien sudah mengetahui tentang cara mengurangi nyeri.
6.   Pasien sudah mendapatkan terapi.
7.   Pasien bersedia kontrol apabila terjadi nyeri hebat

BAB IV
PENUTUP
4.1       Kesimpulan
  
Setelah melakukan pengkajian asuhan kebidanan gangguan reproduksi pada Nn. S umur 15 tahun denagn dismenorea primer di RSUD SURAKARTA. Penulis dapat mengambil kesimpulan :
4.1.1       Dengan menggunakan manajement varney dengan menggunakan soap dapat meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dan sikap yangan harus dilakukan bidab dalam memberikan asuhan secara tepat, cermat, menyeluruh
4.1.2       Dengan manajement varney dapat meningkatkan kemammpuan bidan dalam hal pengetahuan didapatkan hasil pengkajian pada Nn. S umur 15 tahun dengan dimenorea primer: Alasan data nyeri pada perut bagian bawah pada saat datang bulan . KU : Baik, Kesadaran: CM, VS:  T : 110/70 mmHg, N : 82x/menit, R : 24x/menit, S : 36,7oC, tidak ada riwayat penyakit yang membahayakan,pasien sudah tau apa yang terjadi dengan dirinya. Asuhan Kebidanan yang diberikan yaitu memberikan informasi tentang dismenorhea primer, mengajarkan teknik/cara mengurangi nyeri, pasien sudah istirahat yang cukup, pasien mau minum air putih ± 8 gelas perhari, pasien sudah mendapatkan terapi, dan pasien sudah mau kembali bila belum sembuh atau terjadi nyeri yang hebat.

4.2       Saran
4.2.1    Bagi tenaga kesehatan
                        Bagi tenaga kesehatan dapat memberikan asuhan pelayanan dan penyuluhan kepada masyarakat sesuai dengan standar yang telah ditetapkan
4.2.2    Bagi pasien
            Setelah diberikan asuhan, pasien diharapkan menemukan secara dini kemungkinan adanya faktor resiko dan komplikasi sehingga pasien dapat menemukan sikap atau mengambil keputusan sendiri.
            4.2.3   Untuk Keluarga
                                    Hendaknya memberikan dukungan kepada pasien baik mental maupun spiritual.

DAFTAR PUSTAKA
·       Badiad, A. 2002. Endokrin. Jakarta: Media Aeskulapius
·       Winkjosastro, H. 2002. Ilmu Kedokteran. Jakarta : Yayayan bina pustaka
·       Manuaba, Ida Bagus. 1999. Memahami Kesehatan reproduksi Wanita
·       Sastro, Sukiman. 1981. Ginekologi. Bandung. Unpad
·       Prawiro, sarwono. 2007. Ilmu Kebidanan. Jakarta. Yayasan Bina Pustaka  
·       Sarwono Prawirohardjo. 2007. Ilmu Kandungan. Jakarta : YBP-SP.
·      Mansjoer A, dkk. 2008. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta : Media Asculapins.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar