Selasa, 19 Februari 2013

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL Ny.H UMUR 22 TAHUN G1POAO UK 7 MINGGU 6 HARI DENGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI BPS Ny. ARI GEMOLONG SRAGEN.


   


BAB I
PENDAHULUAN
I.            Latar Belakang
Mual dan muntah terjadi pada 60-80% primi gravida dan 40-60 0% multi gravida. Satu diantara seribu kehamilan,gejala –gejala ini lebih berat. Perasaan mual ini disebabkan oleh karena meningkatnya kadar hormon esterogendan HCG dalam serum. Pengaruh fisiologik kenaikan hormon ini belum jelas, mungkin karena sistem saraf pusat atau pengosongan lambung yang berkurang. Pada umunya wanita dapat menyesuaikan dengan keadaan ini, meskipun demikian gejala mual dan muntah yang berat dapat berlangsung sampai 4 bulan. Pekerjaan sehari-hari menjadi terganggu dan keadaan umum menjadi buruk. Keadaan inilah yang disebut hiperemesis gravidarum. Keluhan dan gejala serta perubahan fisiologi menentukan berat ringannya penyakit.
Kondisi wanita seringkali sedikit membaik hanya dengan perawatan di rumah sakit, beristirahat dan tidak dibebani tanggung jawab rutin mereka. Satu rangkaian tes dilakukan untuk pemeriksaan hemoglobin, jumlah darah lengkap, urea, gula, fungsi hati, keseimbangan elektrolit dan tes urin untuk pemeriksaan keton. Pengobatan dilakukan dengan memberikan infus larutan garam, yang mungkin berisi glukosa, obat-obatan untuk menghentikan muntah & mungkin vitamin. Memperbaiki definisi gizi dengan jalan menambahkan multivitamin diketahui dapat meredakan simptom hiperemesis gravidarum dalam 24 jam.
Dari uraian diatas maka penulis tertarik untuk menyusun makalah yang berjudul ”ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL Ny.H UMUR 22 TAHUN  G1POAO UK 7 MINGGU 6 HARI DENGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI BPS Ny. ARI GEMOLONG SRAGEN.


II.            Tujuan
1.           Tujuan Umum
Mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada Ibu hamil dengan Hiperemesis Gravidarum dengan menggunakan tujuh langkah varney secara komprehensif.
2.           Tujuan Khusus
a.    Dapat melakukan pengkajian data baik data subyektif maupun obyektif pada Ny. H G1P0A0 dengan Hiperemesis Gravidarum di BPS Ny. Ari Gemolong Sragen.
b.    Dapat membuat interpretasi data dengan tepat pada pada Ny. H G1P0A0 dengan Hiperemesis Gravidarum di BPS Ny. Ari Gemolong Sragen
c.    Dapat menentukan diagnosa/masalah potensial dan antisipasi pada Ny. H G1P0A0 dengan Hiperemesis Gravidarum di BPS Ny. Ari Gemolong Sragen
d.   Dapat menentukan tindakan segera yang tepat untuk pada Ny. H G1P0A0 dengan Hiperemesis Gravidarum di BPS Ny. Ari Gemolong Sragen
e.    Dapat membuat perencanaan tindakan yang tepat untuk pada Ny. H G1P0A0 dengan Hiperemesis Gravidarum di BPS Ny. Ari Gemolong Sragen
f.     Dapat melaksanakan rencana tindakan yang telah dibuat dengan baik pada Ny. H G1P0A0 dengan Hiperemesis Gravidarum di BPS Ny. Ari Gemolong Sragen
g.    Dapat melakuakn evaluasi dari tindakan yang telah dilakukan dari awal sampai akhir pada Ny. H G1P0A0 dengan Hiperemesis Gravidarum di BPS Ny. Ari Gemolong Sragen.


BAB II
TINJAUAN TEORI
A.    Pengertian
Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah yang berlebihan pada wanita hamil sampai mengganggu pekerjaan sehari-hari karena keadaan umumnya menjadi buruk karena terjadi dehidrasi (Rusman Mochtar, 1998:195)
B.     Etiologi
Sebab pasti belum diketahui. Frekuensi kejadian adalah 2 dari 1000 kehamilan. Faktor-faktor presidisposisi yang dikemukakan :
1.      Sering terjadi pada primigravida, mola hidatidosa, diabetes dan kehamilan ganda akibat peningkatan kadar HCG.
2.      Faktor organik : karena masuknya vili khoriales dalam sirkulasi maternal dan perubahan metabolik.
3.       Faktor psikologik : keretakan rumah tangga, kehilangan pekerjaan, rasa takut terhadap kehamilan dan persalinan, takut memikul tanggung jawab dan sebagainya.
4.      Faktor endokrin : hipertiroid, diabetes, dan lain – lain
C.    Patofisiologi
Perasaan mual akibat kadar estrogen meningkat. Mual dan muntah terus menerus dapat menyebabkan dehidrasi, hiponatremia, hipoglikemia, penurunan klorida urine, selanjutnya terjadi hemokonsentrasi yang mengurangi perfusi darah ke jaringan dan menyebabkan tertimbunnya zat toksik. Pemakaian cadangan karbohidrat dan lemak menyebabkan oksidasi lemak tidak sempurna hingga terjadi ketosis. Hipoglikemia akibat muntah dan ekskresi yang berlebihan selanjutnya menambah frekuensi muntah dan merusak hepar. Selaput lendir esofagus dan lambung dapat robek ( sindrom Malloy – Wers ) sehingga terjadi perdarahan gastrointestinal.
D.    Manifestasi klinis
            Batas mual muntah berapa banyak yang disebut hiperemesis gravidarum tidak ada kesepakatan. Ada yang mengatakan, bisa lebih dari 10 kali muntah akan tetapi apabila keadaan umum ibu terpengaruh dianggap sebagai hiperemesis
1.          Tingkat I=Ringan
Mual muntah terus menerus yang menyebabkan penderita lemah, tidak mau makan, berat badan turun dan rasa nyeri di epigastrium, nadi sekitar 100 kali permenit, takanan darah turun, turgor kulit kurang, mata cekung dan lidah kering.
2.          Tingkat II = Sedang
Mual dan muntah yang hebat menyebabkan keadaan umum penderita lebih parah, lemah , apatis, turgor kulit mulai jelek, lidah kering dan kotor, nadi kecil dan cepat, suhu badan naik ( dehidrasi ), ikterus ringan, berat badan turun, mata cekung, tensi turun, hemokonsentrasi, oliguri, konstipasi. Dapat terjadi pula asetonia, dan dari nafas keluar bau aseton.
3.          Tingkat III = Berat
Keadaan umum jelek, kesadaran asngat menurun, somnolen sampai koma, nadi kecil, halus, dan cepat, dehidrasi hebat, suhu badan naik, dan tensi turun sekali, ikterus. Komplikasi yang berakibat fatal terjadi pada susunan saraf pusat (ensefaliti wernikle) dengan adanya nistaqmus, diplopia, serta perubahan mental.
E.     Diagnosis
            Dari anamnesea didapatkan amenore, tanda kehamilan muda,  dan muntah terus menerus. Pada pemeriksaan fisikdidapatkan keadaan pasien lemah, apatis, somnolen sampai koma, nadi meningkat samapi 100 kali per menit, suhu meningkat, tekanan darah menurun, atau ada tanda dehidrasi lain. Pada pemeriksaan elektrolit darah ditemkan kadar natrium dan klorida turun. Pada pemeriksaan elektrolit ditemukan klorida turun dan dapat ditemukan keton.
F.     Komplikasi
Dari otopsi wanita yang meninggal karena hiperemesis gravidarum diperoleh keterangan bahwa terjadi kelainan pada organ – organ tubuh sebagai berikut :
1.          Hepar : pada tingkat ringan hanya ditemukan degenerasi lemak sentribuler tanpa nekrosis.
2.          Jantung: jantung atropi, lebih kecil dari normal, kadang kala ditemukan perdarahan sub-endokardial.
3.          Otak    : terdapat bercak perdarahan pada otak.
4.          Ginjal  : tampak pucat, degenerasi lemak pada tubuli konturti.
G.    Penanganan
1.          Penderita diisolasi dalam kamar yang tenang dan cerah dengan pertukaran udara yang baik.
2.          Berikan cairan parental yang cukup seperti elektrolit, karbohidrat dan protein dengan glukosa 5% dalam cairan garam fisiologis sebanyak 2-3 liter sehari.
3.          Diuresis selalu dikontrol untuk menjaga keseimbanga cairan
4.          Sedatif yang diberikan biasanya berupa fenobarbital
5.          Bila selama 24 jam penderita tidak muntah dan kasadaran umum bertambah baik, coba berikan minuman dan makanan yang sedikit demi sedikit ditambah
6.          Dianjurkan pemberian vitamin B1 & B6 tambahan
7.          Pada keadaan lebih berat berikan antiemetik
8.          Berikan terapi psikologik untuk meyakinkan pasien, penyakitnya bisa disembuhkan serta menghilangkan rasa takut hamil dan konflik yang melatarbelakangi  hiperemesis.
H.    Pencegahan
1.          Penerangan bahwa kehamilan dan persalinan merupakan proses fisiologis.
2.          Makan sedikit sedikit tetapi sering, berikan makanan biskuit, roti kering dengan teh hangat saat bangun pagi dan sebelum tidur.
3.          Hindari makanan berminyak dan berbau serta minuman yang banyak mengandung kafein seperti coca cola, teh, kopi, dll.
4.          Perbanyaklah istirahat serta olahraga secara teratur.
5.          Hindari gerakan – gerakan yang tiba – tiba terutama saat bangun tidur.


BAB III
TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEBIDANAN IBU HAMIL
PADA Ny. H UMUR 22 TAHUN G1POAO UK 7 MINGGU 6 HARI DENGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM
DI BPS Ny. ARI GEMOLONG SRAGEN
Tanggal/jam     : 12 Desember 2011 / 15.00 WIB
Bidan              : S. Aryanti
Tempat            : BPS Ny. ARI
I.              PENGKAJIAN DATA
Tanggal/jam       : 12 Desember 2011 / 15.10 WIB
A.    Data Subyektif
1)      Identitas
Nama                    : Ny. H                                    Nama suami    : Tn. S
Umur                    : 22 tahun                    Umur               : 24 tahun
Suku/bangsa         : jawa/indonesia          Suku bangsa    : jawa/indo
Agama                  : islam                          Agama             : islam
Pendidikan           : SMA                         Pendidikan      : SMA
Pekerjaan              : swasta                       Pekarjaan         : swasta
Alamat                 : Dondong RT 7 RW 12 Gemolong
2)      Alasan datang
ü   
 
Ibu mengatakan ini kehamilan  anak pertamanya dan mengeluh mual muntah sampai 7 kali sehari.
3)      Kunjungan pertama                                    Kunjuangan ulang


4)      Data kebidanan
a.       Haid
Menarche      : 14 tahun
Lamanya       : 7 hari
Siklus            : 28 hari
Sifat darah    : Encer
Banyaknya    : 3-4 x ganti pembalut/ hari
Dismenorhea : tidak dismenorhea
Keputihan     : tidak keputihan
Amenorhea    : ya, selama hamil
Keluhan         : tidak ada
b.      Riwayat kehamilan sekarang
HPHT            : 18 Oktober 2011
HPL              : 25 Juli 2012
Umur kemilan: 7 minggu 6 hari
Riwayat ANC sejak umur kehamilan           : 6 minggu
Tempat ANC                                                            : BPS Ny. ARI
Frekuensi ANC         :
TRIMESTER
FREKUENSI ANC
TM 1
TM 2
TM 3
2 kali
Belum dikaji
Belum dikaji
Keluhan-keluhan pada trimester       :
TRIMESTER
KELUHAN
TM 1
TM 2
TM 3
Mual, muntah, pusing , lemas ,
Belum dikaji
Belum dikaji
c.       Riwayat kehamilan da persalinan yang lalu
Tidak ada
5)      Riwayat kesehatan
a.       Riwayat kesehatan sekarang
·  Keluhan utama            : Ibu mengatakan mual muntah 7 kali sehari sampai mengganggu aktivitas dan badannya lemas.
·  Riwayat penyakit yang menderita : Ibu mengatakan tidak menderita penyakit menurun ( ashma, DM ), menular ( TBC ), menahun ( jantung ) seperti seperti dada berdebar – debar (jantung),sering makan,minum, dan kencing (DM), sesak nafas (Asma),tekanan darah >140/90 mmHg (Hipertensi). Sakit Kuning (Hepatitis), Kejang sampai keluar busa (Epilepsi)  dan keputihan Gatal – Gatal (PMS).
·  Pengobatan yang telah didapat           : Ibu mengatakan bahwa dia  pernah mendapatkan  pengobatan sehubungan dengan kehamilannya yaitu Vitonal m , Likokalk Plus pada trimester pertama.
·   Alergi terhadap obat                           : Ibu mengatakan tidak Alergi terhadap obat
b.      Riwayat kesehatan yang lalu
·      Penyakit yang pernah diderita : Ibu mengatakan tidak menderita penyakit menurun ( ashma, DM ), menular ( TBC ), menahun ( jantung ) seperti seperti dada berdebar – debar (jantung),sering makan,minum, dan kencing (DM), sesak nafas (Asma),tekanan darah >140/90 mmHg (Hipertensi). Sakit Kuning (Hepatitis), Kejang sampai keluar busa (Epilepsi)  dan keputihan Gatal – Gatal (PMS).
·         Operasi yang pernah dialami          : ibu mengatakan belum pernah mengalami operasi.
c.       Riwayat kesehatan keluarga
·         Riwayat Penyakit yang pernah diderita : Ibu mengatakan dalam keluarganya  tidak menderita penyakit menurun ( ashma, DM ), menular ( TBC ), menahun ( jantung ) seperti seperti dada berdebar – debar (jantung),sering makan,minum, dan kencing (DM), sesak nafas (Asma),tekanan darah >140/90 mmHg (Hipertensi). Sakit Kuning (Hepatitis), Kejang sampai keluar busa (Epilepsi)  dan keputihan Gatal – Gatal (PMS).
·         Operasi yang pernah dialami          : ibu mengatakan dalam keluarganya belum pernah mengalami operasi apapun.
·         Keturunan Kembar                         : ibu mengatakan dalam keluarganya tidak ada keturunan kembar.
6)      Riwayat KB
Ibu belum pernah ber –KB
Rencana KB           : ibu mengatakan bahwa ada rencana ber – KB dengan jenis susuk setelah melahirkan anak pertamanya.
Tanggapan suami    : suami mendukung atas rencana ibu untuk ber – KB.
Jumlah anak yang diinginkan         : 3 anak
7)      Riwayat Psiko Sosial Ekonomi
a.       Status Perkawinan
·         Umur waktu menikah       : 22 tahun, usia suami  : 24 tahun
·         Kawin berapa kali            : Ibu mengatakan 1 kali menikah
·         Lama perkawinan             : Ibu mengatakan ± 3 bulan menikah
b.      Respon ibu / keluarga terhadap kehamilannya
·         Tanggapan ibu terhadap kehamilannya    : ibu mengatakan bahwa dia merasa cemas dan khawatir dengan kehamilannya.
·         Penerimaan ibu terhadap kehamilannya saat ini   :
ibu mengatakan bahwa dia sangat menerima kehamilannya dan mengharapkan kehamilannya baik – baik saja.
·         Tanggapan suami / keluarga terhadap kehamilannya       : ibu mengatakan keluarganya khawatir dan cemas terhadap  kehamilannya.
·         Rencana menyusui           : ibu mengatakan ada rencana menyusui setelah kelahiran bayinya selama 2 tahun.
·         Pengambilan keputusan dalam keluarga  : ibu mengatakan bahwa suaminya sebagai pengambil keputusan dalam keluarganya.
c.       Kebiasaan Hidup
·         Merokok dan minuman keras  : tidak
·         Minum jamu                            : tidak
d.      Beban kerja dan kegiatan sehari – hari : ibu bekerja sebagai karyawati di pabrik.
e.       Rencana melahirkan
Tempat                        : ibu mengatakn ingin melahirkan di BPS Ny. ARI
Penolong         : Bidan ARI
f.       Kebiasaan sehari – hari
Kebutuhan
Sebelum Hamil
Saat Hamil
# Pola Makan
   Frekuensi
   Porsi
   Jenis makanan
   Makanan pantang
   Keluhan
   Merokok
   Minuman keras
   Minum jamu
3x sehari
1 piring
Nasi, lauk,sayur
Tidak ada
Tidak ada
Tidak
Tidak
Tidak
3x sehari
1 piring
Nasi, lauk,sayur
Pedas, Asam dan Berbau
Mual, Muntah
Tidak
Tidak
Tidak
# Istirahat
   Lama Tidur
   Keluhan
7-8 jam/hari
Tidak ada
5-6 jam/hari
Tidak ada
# Personal Hygiene
   Mandi
   Keramas
   Sikat Gigi
   Ganti Pakaian
   Keluhan
2xsehari
3x seminggu
2x sehari
2x sehari
Tidak ada
2xsehari
3x seminggu
2x sehari
2x sehari
Tidak ada
# Kehidupan seksual
   Frekuensi
   Keluhan
3 x seminggu
Tidak ada
1 x seminggu
Tidak ada
# Eliminasi
   Frekuensi BAK
   Warna
   Bau
   Keluhan
   Frekuensi BAB
   Warna
   Bau
   Konsistensi
   Keluhan
4-5x sehari
Kuning jernih
Khas
Tidak ada
1x sehari
Kuning kecoklatan
Khas
Lembek
Tidak ada
9 x sehari
Kuning jernih
Khas
Sering kencing
1x sehari
Coklat kehitaman
Khas
Padat
Kadang sulit BAB
B.     Data Obyektif
1.      Pemeriksaan umum
a.       Keadaan umum: Sedang                     Kesadaran       : CM
b.      Tanda-tanda vital:
T: 120/80 mmHg
N: 86 x/ menit
S: 370C
R: 24 x/menit
c.       Berat badan sebelum hamil     : 45 kg             Sekarang: 54 kg
d.      Tinggi badan                           : 160 cm
e.       Lila                                          : 25 cm
2.      Pemeriksaan fisik
a.       Kepala dan leher
·      Rambut           : warna hitam, bersih, pertumbuhan baik, kulit kepala tidak ada lesi
·      Wajah              :  tidak ada oedem, simetris
·      Mata                : konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, tidak ada sekret
·      Hidung            :  bersih, tidak ada polip, simetris, tidak ada secret
·      Mulut              :  bersih, warna kemerahan, siemtris
·      Gigi                 :  gigi tidak ada caries, tidak ada karang gigi
·      Gusi                :  warna kemerahan, tidak ada oedem
·      Bibir                : warna merah, ada kelembapan, simetris, tidak ada lesi
·      Telinga            : bersih,tidak ada serumen
b.      Leher   :
Kelenjar thyroid          : tidak ada pembengkakan
Kelenjar Parotis           : tidak ada pembengkakan
Bentuk                         : simetris
Massa                          : tidak ada massa
Kekakuan                    : tidak ada
c.       Dada
Auskultasi jantung      : normal
Auskultasi paru           : normal
Bentuk                         : simetris
d.      Payudara
Pembesaran                 : Ada
Bentuk dan ukuran      : Simetris
Warna                          : Normal
Keadaan putting          : Menonjol
Pengeluaran                 : Tidak ada
Jenis                             : Tidak ada
Hyeprpigmentasi         : Areola
Benjolan                      : Tidak ada benjolan / massa
Nyeri                           : Tidak nyeri
KGB Axila                  : tidak ada pembesaran
e.       Abdomen                    :
·         Hiperpigmentasi    : Tidak ada
·         Bekas luka OP      : tidak ada bekas luka OP
·         Bentuk                  : Simetris
·         Palpasi Leopold    :
-       Leopold I      : -
-       Leopold II     :  -
-       Leopold III   : -
-       Leopold IV   : -
·         DJJ           : -
·         TFU          : -
·         TBJ           : -
f.       Ekstremitas
Oedema           :  tidak oedem
-
-
-
-
                        Kuku jari         : tidak pucat
Varises                        : tidak ada
Reflek patela   : +/+
Turgor Kulit    : Sedang
g.      Genetalia Eksterna                              : tidak dilakukan pemeriksaan
h.      Pemeriksaan Penunjang                      : tidak dilakukan pemeriksaan
i.        Pemeriksaan Inspekulo                       : tidak dilakukan pemeriksaan
j.        Pemeriksaan Panggul Luar                  : tidak dilakukan pemeriksaan
II.       INTERPRESTASI DATA
            Tanggal/jam     : 12 Desember 2011 / jam 15.15 WIB
1.      Diagnosa Kebidanan
Ny. H umur 22 tahun G1P0A0 , umur kehamilan 7 minggu 6 hari dengan Hiperemesis Gravidarum.
Dasar        =
     S          = ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya dan umur kehamilannya 7 minggu 6 hari.
     O         = keadaan umum         : baik               kesadaran: CM
                 VS :     T          :  120/80 mmHg          N :  86x/ menit                                                R         :  20 x/menit                 S  : 37 oC
HPHT       : 18 Oktober 2011
HPL         : 25 Juli 2012
UK           : 7 minggu 6 hari
Palpasi leopold     : teraba balotement
Turgor Kulit         : Sedang
2.      Masalah    : Cemas
Dasar       : S        : ibu mengatakan cemas dengan keadaannya karena muntah – muntah terus.
                  O         : ibu tampak cemas dan bertanya – tanya tentang keadaanya.
III.   DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL DAN ANTISIPASI
Tidak ada
IV.   TINDAKAN SEGERA
Tidak ada


V.      PERENCANAAN
Tanggal/jam          : 12 Desember 2011 / 15. 20 WIB
1.      Beritahu ibu bahwa kondisi ibu dan kehamilannya..
2.      Observasi KU dan VS.
3.      Beritahu ibu tentang cara mengurangi mual muntah
4.      Beri dukungan dan motivasi pada ibu
5.      Berikan terapi
6.      Anjurkan ibu untuk kontro kembali setelah obat habis atau bila ada keluhan.
VI.    IMPLEMENTASI
            Tanggal / jam   : 12 Desember 2011 / 15.25 WIB
1.      Memberitahu ibu bahwa kondisi ibu dan kehamilannya..
2.      Mengobservasi KU dan VS.
3.      Memberitahu ibu tentang cara mengurangi mual muntah seperti :
·         Istirahat yang cukup
·         Makan makanan yang tinggi karbohidrat dan protein yang dapat membantu mengurangi rasa mual ( roti, kentang , biskuit ) dan banyak makan sayur dan buah.
·         Makan sedikit – sedikit tapi sering.
·         Di pagi hari sewaktu bangu tidur jangan langsung terburu – buru bangun. Cobalah duduk dahulu dan perlahan – lahan berdiri, bila sangat mual ketika bangun, siapkan snack atau biscuit di dekat tempat tidur, dan memakannya sebelum berdiri.
·         Hindari makanan yang merangsang mual seperti makanan berbumubu menyengat, asam ,manis, amis dan berminyak.
·         Minum air putih yang cukup untuk menghindari dehidrasi karena muntah. Hindari minum yang mengandung cafein, teh dan kopi.
4.      Memberi dukungan dan motivasi pada ibu
5.      Memberikan terapi:
·         Folaxin            1 x 500 mg/ hari
·         Likokalk Plus 1 x 500 mg/ hari
6.    Anjurkan ibu untuk kontro kembali setelah obat habis atau bila ada keluhan.
VII. EVALUASI
Tanggal / jam        : 12  Desember 2011 / 15. 35 WIB
1.     keadaan umum      : sedang                       kesadaran: CM
VS :   T          :  100/70 mmHg          N :  84x/ menit                       
          R         :  24 x/menit                S  : 36,8 oC
2.         Ibu sudah mengetahui konsdisi ibu dan kehamilannya.
3.         Ibu sudah mengerti tentang cara mengurangi mual dan muntah.
4.         Ibu sudah tidak cemas lagi setelah mendapatkan pengobatan bahwa mual muntah saat hamil muda itu sering terjadi pada kehamilan yang pertama.
5.         Ibu sudah diberikan terapi.
6.         Ibu bersedia untuk kontrol kembali setelah obat habis atau bila ada keluhan.


BAB IV
PENUTUP
       I.            Kesimpulan
            Dalam melaksanakan asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibu hamil Ny. H dengan Hiperemesis Gravidarum dengan tujuh langkah varney, penulis menyimpulkan :
            Penulis telah mendapatkan pengalaman nyata dalam penerapan asuhan kebidanan ibu hamil normal Ny. H dengan Hiperemesis Gravidarum dengan menggunakan tujuh langkah varney secara komprehensif.
            Hasil pengkajian yang penulis didapatkan yaitu : Ku= sedang,kesadaran= CM, T: 120/80 mmHg, N: 86x/menit, R: 24 x/menit, S: 37oC, HPHT : 18 Oktober 2011, HPL : 25 Juli 2012, UK : 7 minggu 6 hari,. Dalam keadaan normal ibu tidak mmpunyai penyakit menurun (DM), menular (hepatitis), menahun (jantung), perencanaan: beritahu ibu bahwa kondisi ibu dan kehamilannya, observasi KU dan VS, beritahu ibu tentang cara mengurangi mual dan muntah , memberi dukungan moril, berikan terapi. Evaluasi : Ku= baik ,kesadaran= CM, T: 100/70 mmHg, N: 84x/menit, R: 24 x/menit, S: 36,8oC,ibu sudah mengetahui kondisi ibu dan kehamilannya, ibu sudah mengerti tentang cara mengurangi mual dan muntah, ibu sudah diberikan dukungan moril, ibu sudah diberikan terapi.
            Selama melaksanakan asuhan kebidanan penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori dan praktek.


    II.            Saran
1)      Bagi Nakes
Dapat meningkatkan dan ketrampilan untuk memberikan pelayanan yang baik untuk ibu hamil
2)      Bagi Ibu Hamil
Hendaknya dapat bekerja sama dengan bidan dan melaksanakan nasehat bidan, seperti   :
·         Rutin untuk melakukan ANC
·         Dapat memenuhi kebutuhan oksigen
·         Meningkatkan personal Hygine
DAFTAR PUSTAKA
·         Prawirohadjo, S. 1999. Ilmu Kebidanan. Jakarata: EGC
·         Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obsetri Fisiologi, Obsetri Patologi Jilid I. Jakarta : EGC.
·         Manuaba, 2001. Kapita Selekta pelaksanaan Rutin Obstetri dan Ginekologi . Jakarta: EGC
·         Anonim, 1993. Obstetri Fisiologi. INPAD Bandung: ELMAN
·         Winkjosastro. 2002. Ilmu Kebidanan. Jakarta : YBP-SP.
·         Winkjosastro., Hanifa. 2005. Ilmu Kebidanan. Jakarta : EGC.
·         Saifuddin, Abdul Bari. 2006. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, Jakarta : YBP-SP.


DAFTAR PUSTAKA
-        Prawirohardjo, Sarwono. 2007. Ilmu Kebidanan. Jakarta : YBP-SP
-        Manuaba, Ida Bagus Gde. 1998. Ilmu Kebidanan Kandungan dan Keluarga Berencana. Jakarta : EGC
-        Mansyoer, Arif. 1999. Kapita Selekta Kedokteran Jilid I Edisi 2. Jakarta : FKUI Media Aesculapius
-        Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri Fisiologi Patologi. Jakarta : EGC
-        Wesson, Nicky. 2002. Morning Sickness. Jakarta : Prestasi Pustaka Publisher

Tidak ada komentar:

Posting Komentar